Hukum & Kriminal

BMW yang Raib di Parkiran Hotel Tentrem Semarang Ternyata Dicuri Mantan Pemilik, Begini Modusnya

×

BMW yang Raib di Parkiran Hotel Tentrem Semarang Ternyata Dicuri Mantan Pemilik, Begini Modusnya

Sebarkan artikel ini
Resmob Polda Jateng | Semarang BMW | BMW Hotel | Pemerasan | rental mobil | Lengek Squad | Pati Mobil Rental | mobil rental sukolilo
Ilustrasi pencuri mobil. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa waktu yang lalu, pencurian mobil BMW terjadi di area parkir Hotel Tenrem Semarang. Ternyata, pelaku merupakan pemilik sebelumnya yang masih memegang kunci cadangan.

Peristiwa pencurian ini terjadi pada Jumat, 4 Oktober 2024 lalu. Korban saat itu menemui keluarganya di hotel, dan ketika kembali, mobil BMW putih metalik miliknya hilang dari parkiran. Korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang.

“Setelah dilakukan pengecekan melalui CCTV diketahui bahwa mobil tersebut telah dikendarai oleh orang tidak dikenal,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, Senin, 14 Oktober 2024.

Satreskrim Polrestabes Semarang kemudian melacak mobil dan pelakunya. Polisi berhasil menangkap pelaku serta mengamankan mobil tersebut di Jalan Tol Semarang-Pekalongan, pada Rabu, 9 Oktober 2024.

BACA JUGA: Kronologi BMW Warga Salatiga Kecolongan di Parkiran Hotel Tentrem Semarang: Buka Pakai Remote Keyless

“Pelaku polisi amankan pada Rabu tanggal 9 Oktober 2024 sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Tol Semarang-Pekalongan Jawa Tengah,” ujar Irwan.

Pelaku bernama Budi Liem (43), warga Depok, diketahui sebagai pemilik sebelumnya dari mobil tersebut. Mobil sempat dilelang oleh bank akibat tunggakan angsuran, lalu dibeli oleh korban melalui proses lelang resmi.

“Tersangka adalah pemilik awal mobil tersebut. Karena tidak pernah bayar angsuran, mobil tersebut akhirnya bank sita untuk lelang. Korban membelinya melalui proses lelang,” jelas Irwan.

BACA JUGA: Tiga Tersangka Spesialis Pencuri Mobil Asal Madura Berhasil Polisi Bekuk

Pelaku masih memiliki kunci cadangan dan sudah memasang GPS di mobil itu, memungkinkan pelaku melacak lokasi kendaraan. Setelah melakukan pencurian, pelaku mencoba menjual mobil tersebut dengan harga Rp200 juta tanpa kelengkapan surat-surat.

“Tersangka menyimpan kunci cadangan dan memasang GPS di mobil tersebut. Tersangka pasca-melakukan pencurian sudah menawarkan penjualan mobil tersebut dengan harga Rp200 juta,” ungkap Irwan.

Saat ini, Polrestabes Semarang menahan pelaku untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku bakal berhadapan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (*)