BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Dampingi Pekerja SPPG Klaten Korban Kecelakaan Kerja, Alami Luka Bakar 35 Persen
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Cahyaning Indriasari mengatakan program tersebut berangkat dari kondisi yang ada di lapangan. Sejumlah ahli waris masih menghadapi tantangan setelah menerima manfaat jaminan sosial.
“Kami ingin memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada manfaat yang mereka terima. Tetapi dapat menjadi bekal bagi keluarga pekerja untuk bangkit, kembali berdaya, dan membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Cahyaning.
Ia menegaskan keberhasilan PEKA tidak hanya di ukur dari jumlah pelatihan yang berjalan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan penerima manfaat mengubah keterampilan menjadi aktivitas ekonomi.
“Bagi kami, keberhasilan PEKA bukan dari berapa banyak pelatihan yang terlaksana. Tetapi berapa banyak ahli waris yang mampu melakukan shifting dari konsumtif menjadi produktif,” katanya.
Di Kanwil Jateng DIY, pelatihan berfokus pada digital marketing dan konten kreator. Mereka akan mendapatkan pelatihan berupa pemberian materi 40 persen dan 60 persennya berupa praktik.
BPJS Ketenagakerjaan juga membuka peluang bagi peserta yang telah menghasilkan produk atau karya untuk memperkenalkannya di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut harapannya dapat membantu membuka akses pasar bagi usaha yang mulai dibangun peserta.
Untuk memperluas dampak program, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra lainnya.
“Kami tidak ingin mereka sekadar selesai mengikuti pelatihan. Harapannya, keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat mereka semakin mandiri,” ujarnya.
Di Jawa Tengah, dukungan terhadap program pemberdayaan tersebut juga datang dari pemerintah provinsi Jawa Tengah.
Pelatihan Konten Kreator dan Digital Marketing
Kadisnakertrans Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan kolaborasi perlu agar ahli waris tidak hanya menerima santunan. Tetapi juga memiliki akses terhadap berbagai program pelatihan dan kesempatan kerja.





