SEMARANG, beritajateng.tv – Kecelakaan bus study tour yang mengangkut rombongan pelajar dan guru SMK Lingga Kencana Depok, di Subang, Jawa Barat, mendapatkan reaksi beragam.
Para stakeholder kemudian berlomba-lomba mengeluarkan surat edaran yang melarang kegiatan study tour. Tak terkecuali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.
Kepala SMAN 1 Semarang, Kusno menyambut baik keputusan tersebut. Ia menyebut, sekolahnya telah lama tidak mengadakan study tour.
“Sudah lama tidak ada study tour, kami mentaati instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,” jelas Kusno kepada beritajateng.tv, Senin 20 Mei 2024.
Sebagai informasi, Disdikbud Jawa Tengah telah melarang satuan pendidikan dalam hal ini sekolah untuk menggelar study tour sejak 2020 silam. Peraturan tersebut merujuk pada keputusan yang mengatur seluruh sekolah negeri agar zero pungutan.
Di sisi lain, pihak Disdikbud Jawa Tengah masih memperbolehkan sekolah untuk mengadakan outing class. Khususnya dalam program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
BACA JUGA: Bantah Tak Sumbang PAD, Pelaku Wisata: Study Tour Gerakkan Biro Travel, Karcis, Pajak, hingga UMKM
Namun dengan catatan, lokasi kegiatan P5 masih berada di sekitar sekolah atau dalam kota/kabupaten yang sama.
“Untuk P5 di SMAN 1 Semarang masih di sekitar Semarang, di area Gunungpati, Kota Lama, Ungaran, Pedurungan dan Mijen,” sebutnya.
Lebih lanjut, Kusno tak ingat pasti kapan terakhir kali SMAN 1 Semarang mengadakan study tour. Saat ini, pihaknya berkomitmen penuh dalam menaati segala aturan yang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng keluarkan.
“Pada prinsipnya, kami keluarga besar SMA N 1 Semarang mengikuti instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.
Berbeda dengan SMAN 1 Semarang yang sesekali masih mengadakan outing class, keputusan berbeda tampak di SMAN 8 Semarang.
Kepala Sekolah SMAN 8 Semarang, Suparmi, memastikan, pihaknya tidak menerapkan outing class atau pembelajaran di luar kelas. Alhasil, seluruh kegiatan pembelajaran dipastikan berada di sekitar lingkungan sekolah.
BACA JUGA: Starlink Resmi Masuk Indonesia, Bos Nexa Sebut Pemerintah Lebay dan Beri ‘Red Carpet’ ke Elon Musk
Hal serupa juga untuk study tour. Suparmi menegaskan jika SMAN 8 Semarang tidak pernah mengadakan study tour. Sehingga, pihak sekolah tidak pernah menggalang dana atau pungutan kepada murid atau wali murid.
“Kita menjalankan kebijakan larangan study tour yang berlaku dengan baik. Jadi di SMAN 8 Semarang tidak ada study tour,” kata Suparmi.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait tidak adanya study tour di SMAN Semarang sejak jauh-jauh hari. Sehingga, kata dia, baik murid maupun wali murid telah menerima keputusan tersebut.
“Alhamdulillah wali murid juga merespon baik, sampai hari ini tidak ada orangtua di SMAN 8 yang menanyakan kegiatan study tour,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





