Jateng

Bukan Tay Kak Sie, Ternyata Klenteng Siu Hok Bio Tertua di Kawasan Pecinan Semarang, Begini Riwayatnya

×

Bukan Tay Kak Sie, Ternyata Klenteng Siu Hok Bio Tertua di Kawasan Pecinan Semarang, Begini Riwayatnya

Sebarkan artikel ini
Klenteng Semarang
Klenteng Siu Hok Bio, klenteng tertua di Kawasan Pecinan Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, klenteng atau vihara menjadi tujuan bagi banyak pengunjung, termasuk di Kota Semarang. Mereka umumnya datang ke klenteng untuk bersembahyang.

Namun, tidak sedikit pula yang sengaja berkunjung untuk menikmati pertunjukkan khas Imlek.

Di Kota Semarang sendiri, mungkin banyak masyarakat yang sudah tau jika klenteng tertua adalah Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng yang juga masyhur sebagai klenteng agung itu konon berdiri sejak tahun 1401.

Menurut sejarah cikal bakalnya, Klenteng Sam Poo Kong berdiri setelah armada Laksamana Cheng Ho dari Cina berlabuh di pantai Semarang.

BACA JUGA: Simbol Penyucian Diri Jelang Tahun Baru Imlek, Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Bersihkan Kelenteng dan Rumpang

Dulunya, klenteng ini berfungsi sebagai tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho atau juga dikenal dengan nama Sam Poo selama di Kota Semarang.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada zaman kolonial Belanda, orang-orang Tionghoa yang awalnya bermukim di daerah Sam Poo Kong kemudian dipindahkan ke kawasan yang sekarang dikenal dengan sebutan Pecinan.

Sejak saat itulah orang-orang Tionghoa mulai mendirikan klenteng-klenteng baru di Pecinan sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah dengan mudah.

Klenteng tertua di Kawasan Pecinan Semarang

Lalu, klenteng manakah yang pertama kali dibangun di Kawasan Pecinan?

Pemerhati Sejarah Kota Semarang, Johanes Christiono, menuturkan, Klenteng Tay Kak Sie yang sering kali menjadi pusat kegiatan keagamaan ternyata bukanlah klenteng pertama yang dibangun di Kawasan Pecinan.

Ia menyebut, klenteng yang pertama kali berdiri di kawasan Pecinan adalah Klenteng Siu Hok Bio.

“Tay Kak Sie malah nomor ketiga klenteng tertua di Pecinan. Sedangkan yang kedua itu klenteng yang berada Gang Gambiran,” kata Johanes saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 9 Februari 2024.

BACA JUGA: Jadwal Lengkap Perayaan Imlek di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang

Johanes menyebut, Klenteng Siu Hok Bio memang tak sebesar Klenteng Tay Kak Sie. Namun, keaslian klenteng yang beralamat di Jalan Wotgandul Timur Nomor 38, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah ini tidak banyak berubah.

Namun demikian, ia mengaku tak ingat pasti tahun berdirinya Klenteng Siuk Hok Bio. Tapi dia memastikan klenteng tersebut sudah ada sekitar tahun 1700-an.

Di sisi lain, Johanes tak menampik jika Klenteng Tay Kak Sie memiliki nilainya tersendiri meski tak setua dua klenteng lainnya. Ia menyebut, dewa di Klenteng Tay Kak Sie menempati jumlah paling banyak se-kota Semarang.

“Klenteng Tay Kak Sie itu terbesar, tapi bukan lokasinya, melainkan terbesar jumlah dewa-dewanya. Kalau area paling luas tetap tetap Klenteng Sam Poo Kong,” imbuhnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp