Jateng

Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Cadangan 300 Ribu Ton Cukup hingga 7 Bulan

×

Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Cadangan 300 Ribu Ton Cukup hingga 7 Bulan

Sebarkan artikel ini
Bulog Beras Ramadan | 13 Ton Beras SPHP Didistribusikan di Gerakan Pangan Murah Kota Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menunjukkan beras SPHP yang didistribusikan di Gerakan Pangan Murah Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah memastikan ketersediaan beras di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Total stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersedia di tingkat provinsi mencapai sekitar 300 ribu ton setara beras, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam hingga tujuh bulan ke depan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan dari total cadangan tersebut, sekitar 235 ribu ton dalam pengelolaan langsung Bulog Jawa Tengah dan siap untuk berbagai penugasan pemerintah.

“Kalau menghadapi Ramadan, alhamdulillah sangat aman. Stok cadangan beras pemerintah di Jawa Tengah sekitar 300 ribu ton. Dari jumlah itu, sekitar 235 ribu ton dikelola oleh Bulog Kanwil Jawa Tengah dan siap untuk penugasan,” ujar Sri Muniati saat beritajateng.tv jumpai di Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, belum lama ini.

BACA JUGA: Bulog Jateng Siap Serap 364 Ribu Ton Beras Petani Lokal pada 2026, Target Serapan Jagung 70 Ribu Ton

Ia menjelaskan, cadangan beras tersebut pemanfaatannya bisa untuk berbagai skema intervensi pemerintah, mulai dari bantuan pangan hingga stabilisasi harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Apabila nanti ada penugasan lagi dari pemerintah, baik bantuan pangan maupun program lainnya, stok tersebut siap pakai,” katanya.

Sri menambahkan, penyaluran beras SPHP juga masih terus berjalan dan direncanakan berlanjut setidaknya hingga Februari 2026. Langkah ini untuk menjaga ketersediaan beras di pasar sekaligus menahan gejolak harga di tingkat konsumen.

“Beras SPHP masih kami salurkan. Insyaallah Februari ini programnya masih berlanjut,” ucapnya.

Stok 300 Ribu Ton Cukup 6 Hingga 7 Bulan, Bulog Minta Warga Jateng Tak Panik

Sri mengungkap, dengan asumsi penyaluran bantuan pangan dan SPHP berjalan bersamaan, kebutuhan beras dari cadangan beras pemerintah di Jawa Tengah rata-rata mencapai sekitar 35 ribu ton per bulan.

“Dengan asumsi penyaluran bantuan pangan tambah SPHP, kebutuhan dari cadangan beras pemerintah itu sekitar 35 ribu ton per bulan. Artinya stok yang ada bisa mencukupi sekitar enam sampai tujuh bulan,” jelas Sri.

BACA JUGA: Suplai Beras hingga Minyakita, Bulog Jateng Catat Transaksi Rp1,8 Miliar dengan 104 Kopdes Merah Putih

Dengan kondisi tersebut, Sri menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan dan Lebaran.

“Jadi masyarakat tidak perlu panik menghadapi bulan puasa dan Lebaran. InsyaAllah pasokan aman dan harga di tingkat konsumen juga akan kita jaga,” tegasnya.

Serapan Beras Mulai Sejak Awal Tahun Untuk Jaga Harga Petani

Selain menjaga pasokan di tingkat konsumen, Bulog Jawa Tengah juga mulai melakukan penyerapan gabah dan beras sejak awal tahun.

Kebijakan ini dilakukan tanpa menunggu puncak panen raya, sebagai upaya melindungi harga di tingkat petani, utamanya di tengah cuaca ekstrem.

“Sejak awal tahun kami sudah mulai melakukan serapan, kami tidak menunggu panen raya. Tujuannya supaya harga di tingkat produsen atau petani tetap stabil dan tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah,” terang Sri.

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menekan harga di tingkat petani. Oleh sebab itu, Bulog mengambil langkah lebih awal untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

“Apalagi cuacanya seperti ini. Kita jaga supaya harga di tingkat petani tidak jatuh, sekaligus pasokan di masyarakat tetap aman,” pungkas Sri. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp