Jateng

Bulog Jateng Siap Serap 364 Ribu Ton Beras Petani Lokal pada 2026, Target Serapan Jagung 70 Ribu Ton

×

Bulog Jateng Siap Serap 364 Ribu Ton Beras Petani Lokal pada 2026, Target Serapan Jagung 70 Ribu Ton

Sebarkan artikel ini
Bulog Beras 2026 | Beras Jateng
Pekerja mengnangkut beras di gudang Bulog Randugarut, Kota Semarang. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menegaskan kesiapan penuh dalam menyerap gabah serta beras hasil panen petani lokal sepanjang tahun 2026. Langkah tersebut bertujuan menjaga hasil panen tetap terserap serta harga pangan tetap stabil.

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menyampaikan peran Bulog sangat penting bagi ketahanan pangan nasional.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai penyangga pangan utama. Pemerintah pusat menargetkan serapan nasional mencapai empat juta ton setara beras.

BACA JUGA: Pemkab Blora Gandeng Bulog Gelar Pasar Murah, Warga Antusias Serbu Beras SPHP

Khusus Jawa Tengah, Bulog memperoleh amanat pengadaan PSO sebanyak 374.658 ton setara beras. Target tersebut mencakup wilayah kerja pada 25 kabupaten serta kota. Sri Muniati menyebut kenaikan target tahun 2026 cukup signifikan.

“Target tahun 2026 meningkat sekitar 32 persen atau setara 90.956 ton,” ujar Sri Muniati, beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, peningkatan target menegaskan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas Bulog Jawa Tengah. Bulog berkomitmen memastikan harga panen petani tetap layak.

“Bulog hadir menjaga kepentingan petani serta memastikan pasokan pangan tetap aman,” kata Sri Muniati.

Selain Beras, Bulog Jateng Juga Bakal Serap 70 Ribu Ton Jagung pada 2026

Selain beras, Bulog Jawa Tengah juga memperoleh mandat serapan jagung. Target nasional serapan jagung mencapai satu juta ton setara pipilan kering.

Jawa Tengah memperoleh target khusus sebesar 70.000 ton. Bulog memperkuat koordinasi bersama berbagai pihak agar serapan jagung berjalan optimal.

“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan serapan jagung petani,” ucap Sri Muniati.

Bulog Jawa Tengah juga menyiapkan stok beras bagi pasar komersial. Beras kualitas medium hingga premium tersedia guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA: Gandeng Kopdes Merah Putih Salurkan Beras SPHP, Bulog Jateng: Sudah 12 Koperasi, Terbanyak di Solo

“Ketersediaan beras kami jaga untuk penugasan negara serta pasar umum,” ujarnya.

Memasuki awal musim panen 2026, Bulog mulai mempercepat serapan sejak tahap awal. Beberapa wilayah telah memasuki masa panen dengan puncak panen sekitar Maret.

“Kami mempercepat serapan agar mutu hasil panen tetap terjaga,” kata Sri Muniati.

Bulog memastikan kesiapan gudang, alat pengering, serta fasilitas pengolahan beras. Langkah tersebut penting menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Prakiraan Cuaca BMKG Jateng

Berdasarkan prakiraan BMKG Jawa Tengah, curah hujan akhir Januari hingga awal Februari tergolong menengah hingga tinggi. Beberapa wilayah seperti Pemalang, Tegal, Kendal, Kudus, serta Pati berpotensi hujan sangat tinggi.

Hingga 24 Januari 2026, Bulog Jawa Tengah mencatat serapan gabah 4.090 ton serta beras 1.147 ton. Total serapan tersebut setara 3.225 ton beras. Bulog optimistis serapan terus meningkat.

“Kami optimistis target tercapai berkat dukungan banyak pihak,” ujar Sri Muniati.

Bulog Jawa Tengah memperoleh dukungan 148 mitra pengolahan serta 109 unit gudang. Sinergi tersebut memperkuat keyakinan pencapaian target penugasan pangan 2026. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp