BLORA, beritajateng.tv – Panggung pagelaran wayang kulit dalam rangka Sedekah Bumi (Gasdeso) di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dimanfaatkan sebagai sarana mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa.
Di hadapan ribuan warga yang memadati halaman Balai Desa Trembulrejo, Jumat, 10 Juli 2026 malam, Bupati Blora Arief Rohman mengajak kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader PKK, Karang Taruna, RT/RW hingga kader Posyandu untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Menurut Arief, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. Sehingga pemerintah daerah terus membuka akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya para pegiat desa.
“Saya, Mas Dalang Sigit, dan Pak Kades Imroni sama-sama alumni UNNES. Tahun ini Program RPL kembali dibuka dengan kuota 230 mahasiswa. Ini kesempatan besar bagi para pegiat desa untuk meningkatkan kapasitas diri,” kata Arief.
BACA JUGA: Mohammad Saleh Dampingi Kunjungan Kerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Tinjau Bantuan Listrik Desa di Purworejo
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM agar pelayanan publik di tingkat desa semakin baik.
“Kalau SDM maju, pelayanan publik di desa juga akan semakin baik. Ini yang terus kami dorong,” ujarnya.
Arief mengungkapkan hingga saat ini hampir 1.000 warga Kabupaten Blora telah menempuh pendidikan tinggi melalui berbagai program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Blora dengan UNNES.
Selain mendorong pendidikan, Arief juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora saat ini mencapai 5,49 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Blora menjadi daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah. Di sektor pertanian, Blora juga tercatat sebagai penghasil jagung terbesar kedua serta masuk enam besar penghasil padi di provinsi tersebut.





