“Sangat-sangat mengkhawatirkan. Jangankan beberapa kasus yang nanti rekan-rekan monitor ada di Jepara, ada di Wonogiri, ada di Sragen, ada di Klaten dan yang sangat viral ada di Pati,” ujarnya.
Nunuk menegaskan, satu kasus kekerasan seksual saja sudah cukup menjadi alarm bagi seluruh pihak. Yakni untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Bahkan satu kasus pun kami sudah menganggap itu adalah situasi yang mengkhawatirkan dan tidak perlu terjadi. Khususnya di Jawa Tengah maupun secara umum di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





