SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 9.648 kepala keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Semarang menerima bantuan telur dan daging ayam dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu menyerahkan bantuan telur dan daging ayam tersebut kepada warga di halaman Kantor Pos Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa 2 April 2023 siang.
“Bantuan untuk membantu percepatan penurunan jumlah warga kurang gizi atau stunting. Sekaligus mengentaskan daerah rawan pangan,” katanya.
BACA JUGA: 77.950 Keluarga di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Beras
Menurut Sunu, bantuan pangan itu merupakan program pemerintah pusat. Salah satu tujuannya untuk membantu menyerap hasil produksi peternak. Selain itu juga membantu masyarakat yang kekurangan protein memenuhi kebutuhannya.
Petugas Humas Satgas Pendistribusian Bantuan Pangan Stunting PT Pos Cabang Ungaran, Dwi Irianti Sulistyowati menjelaskan, pihaknya melayani penyaluran bantuan untuk KRS untuk 10 kecamatan. Yakni Kecamatan Ungaran Timur, Pringapus, Bawen, Ambarawa, Bandungan, Ungaran Barat, Banyubiru, Bergas, Jambu, dan Sumowono.
“Paket bantuan berupa sepuluh butir ayam dan satu kilogram daging ayam karkas beku tanpa kepala dan kaki. Masing-masing diberikan kepada 7.158 KRS untuk bulan April, Mei dan, Juni,” katanya.
BACA JUGA: BPS dan Pemkot Semarang Petakan Data Kemiskinan agar Bantuan Tepat Sasaran
Sedangkan KRS lainnya di 9 kecamatan wilayah selatan mendapat pelayanan dari PT Pos Salatiga.
Penyaluran Bantuan pada 2 Titik Pelayanan
Pada hari pertama penyaluran bantuan, Selasa 2 April 2023, Kantor Pos setempat membuka 2 titik pelayanan di Ungaran dan Kantor Pos Ambarawa. Sebanyak 9 personel bertugas pada tiap titik melayani warga.
“Hari ini berjalan lancar karena telah ada jam kedatangan warga. Pasokan bahan makanan dari distributor juga berjalan sesuai jadwal. Penggantian warga penerima juga kami layani dengan menunjukkan surat keterangan dari Desa/Kelurahan,” tambahnya.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ungaran Timur, Ari Prasetyawan menjelaskan ia membantu proses penggantian setidaknya dua orang warga dari dua desa.
“Penggantian dilakukan melalui verifikasi dari pihak desa/kelurahan. Harapannya bantuan tepat sasaran,” terangnya.
Salah seorang penerima, Turkamun (36) warga Ungaran mengaku kaget dan senang menerima bantuan. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





