Gaya Hidup

Cerita Onad Saat Rehabilitasi Bikin Kaget, Mental Penghuni Rusak-Diajak Kabur Malem-malem

×

Cerita Onad Saat Rehabilitasi Bikin Kaget, Mental Penghuni Rusak-Diajak Kabur Malem-malem

Sebarkan artikel ini
onad ceritakan rehabilitasi
Onad dan istrinya, Beby Prisillia dalam podcast Denny Sumargo. (YouTube/Denny Sumargo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Musisi Onadio Leonardo alias Onad membagikan pengalaman tak terlupakan selama menjalani rehabilitasi narkoba.

Onad menyampaikan cerita tersebut saat hadir sebagai bintang tamu bersama sang istri, Beby Prisillia, dalam kanal YouTube Denny Sumargo beberapa waktu lalu.

Dalam perbincangan santai tersebut, Onad mengungkap berbagai kejadian unik sekaligus mengejutkan yang ia alami selama berada di pusat rehabilitasi swasta.

Ia menyebut jumlah penghuni tempat rehabilitasi tersebut tidak terlalu banyak, sehingga interaksi antar pasien terasa lebih intens.

Onad menceritakan momen pertama ketika ia memperkenalkan diri kepada penghuni lain. Ia mengaku sempat merasa canggung karena mengenakan atribut band.

“Jadi, jadi orangnya tuh enggak banyak. Paling 180 orang, 70 banyak itu. Iya. Waktu gua berdiri gitu. Halo, nama saya Onad. gitu saya memakai ini gitu kan not bandnya gaj ada yang teriak culun gitu,” katanya, dalam video Denny Sumargo, 2 Januari 2026.

BACA JUGA: Sopir Negatif Narkoba, Polisi Masih Dalami Penyebab Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans

Reaksi para penghuni justru membuatnya tersadar bahwa sebagian besar pasien memiliki latar belakang penyalahgunaan narkoba dengan tingkat berat.

Menurut Onad, sebagian besar penghuni mengalami dampak serius akibat penggunaan narkoba jangka panjang. Ia menggambarkan beberapa pasien terlihat kesulitan berpikir dan berkomunikasi.

Bahkan, ia menemukan seseorang yang membutuhkan waktu lama hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana seperti nama dan usia.

Kondisi tersebut membuat Onad tersentuh sekaligus prihatin. Ia menyadari bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mengganggu fungsi mental. Pengalaman tersebut membuka matanya tentang bahaya nyata penyalahgunaan zat terlarang.

Selain itu, Onad juga membagikan cerita interaksi unik dengan penghuni lain saat malam hari. Ia sering bertemu pasien yang bertingkah aneh dan berbicara tidak terarah.

Salah satu penghuni bahkan sempat mengajaknya kabur dari lokasi rehabilitasi, meski ajakan tersebut terdengar tidak masuk akal.

Onad memilih bersikap tenang menghadapi situasi tersebut. Ia menilai kondisi mental beberapa penghuni sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat penggunaan narkoba bertahun-tahun. Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya.

Selama menjalani rehabilitasi, Onad juga tinggal di kamar dengan tempat tidur bertingkat bersama penghuni lain.

Ia mendapatkan posisi di bagian ujung karena petugas menilai kondisinya termasuk kategori ringan. Meski begitu, suasana kebersamaan tetap terasa kuat di antara para pasien.

BACA JUGA: BNNP Jateng Minta Warga Waspada Vape atau Rokok Elektrik: Ada Indikasi Cairan Mengandung Narkoba

Ia menilai rehabilitasi bukan sekadar proses penyembuhan, tetapi juga ruang refleksi untuk memahami dampak nyata dari pilihan hidup yang salah.

Cerita Onad tersebut pun menuai perhatian publik karena menyajikan sisi lain dunia rehabilitasi yang jarang terungkap ke permukaan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp