“Sekarang hampir tiap bulan ramai. Barongsai sudah jadi cabang olahraga resmi di PON, jadi event pertandingannya rutin,” ujarnya.
Karena lonjakan pesanan yang datang terlalu dekat dengan perayaan Imlek, rumah produksi ini akhirnya menutup pemesanan untuk sebelum Imlek.
“Sekarang sudah close order. Kalau mau, kami terima PO untuk after Imlek,” katanya.
Di balik warna-warna mencolok dan gerakan atraktif barongsai di panggung perayaan, ada tangan-tangan pengrajin yang bekerja dalam senyap. Bagi Candra, menjaga tradisi barongsai bukan sekadar soal bisnis, melainkan upaya merawat warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun. (*)
Editor: Elly Amaliyah





