FeatureHeadline

Cerita Pengusaha Baliho Jelang Pemilu 2024 di Jateng, Sulit Cari Lahan Kosong Hingga Wanti-wanti Klien Agar Tak Ditertibkan Bawaslu

×

Cerita Pengusaha Baliho Jelang Pemilu 2024 di Jateng, Sulit Cari Lahan Kosong Hingga Wanti-wanti Klien Agar Tak Ditertibkan Bawaslu

Sebarkan artikel ini
baliho Bambang Pacul
Baliho Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng sekaligus incumbent DPR RI Bambang Wuryanto yang terpasang di Kabupaten Karanganyar. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng,tv – Baliho masih menjadi satu dari sekian banyak Alat Peraga Kampanye (APK) yang diminati peserta Pemilu pada tahun politik. Jauh sebelum masa kampanye yang ditetapkan oleh penyelenggara Pemilu, jalanan telah ramai oleh baliho parpol maupun caleg yang siap berkontestasi dalam Pemilu 2024.

Penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu resmi menetapkan masa kampanye mulai Selasa, 28 November 2023 mendatang. Meski begitu, pengusaha baliho mengaku telah mendapatkan lonjakan pesanan beberapa bulan sebelumnya. Adapun baliho parpol yang terpasang sebelum 28 November 2023 dianggap sebagai bagian dari sosialisasi oleh Bawaslu dan KPU.

BACA JUGA: Nilai Baliho Masih Efektif, Pakar Komunikasi: Mampu Tingkatkan Awareness

Fenomena menjamurnya baliho parpol tak luput terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Berada pada posisi ketiga wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia, membuat Jawa Tengah menjadi medan pertempuran bagi peserta Pemilu.

Salah seorang pengusaha baliho asal Solo, Bambang Nugroho mengungkapkan sulitnya mencari titik untuk pemasangan baliho parpol di wilayahnya lantaran permintaan yang melonjak. Banyaknya permintaan membuat titik-titik baliho parpol yang ada sudah habis terpesan. Terlebih selama ini sebagian besar baliho ada pada white area yang menjadi wilayah larangan untuk iklan yang bersifat politik.

“Tidak ada lahan kosong, kalau pun ada itu masuk white area yang tidak bisa untuk keperluan kampanye. Misalnya pun ada pada wilayah yang boleh, harganya tidak rasional,” ujar Bambang Gage, Jumat, 17 November 2023.

Menurut Bambang, baliho yang mengandung unsur kampanye, politik, iklan rokok, dan yang sifatnya komersial terkena larangan berdiri pada wilayah white area. Adapun jalur utama seperti Jalan Adi Sucipto, Jalan Slamet Riyadi, dan Jalan Jenderal Sudirman tergolong white area di Solo.

Bambang mengungkapkan, kenaikan permintaan baliho terjadi, tetapi tak merata pada seluruh partai politik. Bahkan, Bambang menuturkan ada salah satu partai politik yang jumlah balihonya tidak mengalami kenaikan.

Baliho PDI Perjuangan masih dominasi wilayah Solo Raya