Agustina melihat kondisi rumah warga yang terdampak longsor, dia juga sempat berbincang dengan Markonah korban longsor, serta memintanya untuk pindah.
Sedikitnya ada tiga rumah yang longsor hingga jatuh ke Sungai Kripik. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang ikut datang ke lokasi untuk memberikan penanganan agar longsor tidak meluas.
“Tadi sudah koordinasi dengan BBWS, semoga segera ada solusinya,” katanya.
Agustina meminta warga di sekitar lokasi untuk mengungsi sementara ditempat pengungsian yang akan Pemkot Semarang persiapkan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya longsor susulan.
“Kalau potensi yang terdampak (longsor susulan) itu ada sekitar tujuh rumah dengan jumlah 23 jiwa. Kalau yang sudah benar-benar terdampak (longsor) ada tiga rumah yang roboh,” kata Agustina.
Cerita Ibu Balita Korban Kecelakaan
Agustina juga bertemu dengan Tiara Wati, ibunda Ar Rasya Devinka Putri Azzahra yang Senin kemarin menjadi korban meninggal dunia, setelan tertabrak truk di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan untuk memberikan ucapan belasungkawa.
Tiara nampak tak kuasa menahan tangis, menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan kepada Agustina. Agustina pun berusaha menguatkan Tiara, dengan beberapa kali mengusap pundak dan memeluk Tiara.
Setelah berbincang, Agustina meminta ketua RT setempat untuk tetap waspada dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, untuk mewaspadai longsor susulan.
Setelah melakukan koordinasi, korban terdampak longsor akan di ungsikan sementara di Pesantren Delik kan tidak jauh dari lokasi.
Dia juga menginstruksikan kepada BPBD untuk menyiapkan bantuan bencana bagi warga. Pasalnya, warga yang terdampak belum bisa kembali bekerja sehingga Pemkot berupaya memenuhi kebutuhan harian.
“Saya minta untuk memastikan dulu untuk di beresi (pesantren delik) karena ada anak-anak. Kebutuhan sehari-hari saya minta BPBD turunkan bantuan bencana,” tuturnya.
Selain itu ia juga meminta kepada PDAM Tirta Moedal Semarang untuk memastikan ketersediaan air bersih di tempat pengungsian sementara.
“Saya minta PDAM juga untuk memastikan air bersih. Sementara mengungsi dulu sembari kita pikirkan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (*)





