Jateng

Cerita Pilu Markonah, Cucu Tewas Kecelakaan di Silayur, Rumah Terdampak Longsor

×

Cerita Pilu Markonah, Cucu Tewas Kecelakaan di Silayur, Rumah Terdampak Longsor

Sebarkan artikel ini
Cerita Pilu Markonah, Setelah Kehilangan Cucu Terancam Kehilangan Rumah
Wali Kota Semarang saat berkunjung ke kediaman Markonah nenek dari korban kecelakaan di Silayur. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bendera kuning serta tenda masih terpasang di rumah milik Suyono, warga Kalialang Lama, RT 05 RW 01 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Di sana terdapat Markonah, wanita yang berusia 60 tahun. Dia masih menyimpan duka yang mendalam usai kehilangan cucu kesayangannya yang masih berusia lima tahun bernama Ar Rasya Devinka Putri Azzah, karena menjadi korban kecelakaan di Silayur Jalan Prof. Hamka Ngaliyan, bersama kedua orang tuanya.

Mata Markonah masih nampak berkaca-kaca meratapi nasibnya. Paska kehilangan cucu kesayangan dalam kecelakaan Silayur, dia juga harus meratapi rumah tempat ia berteduh terkena longsor.

“Betul itu cucu beliau (korban kecelakaan di Silayur Ngaliyan, red),” kata salah satu kerabat korban.

Pantauan di lapangan, ada tiga rumah yang mengalami kerusakan parah, dua rumah tidak bisa mereka tinggali dan satu rumah terlihat tembok yang mulai retak.

Berdasarkan informasi, tanah longsor di permukiman tersebut terjadi dua kali. Pertama pada Senin, 23 April 2026 yang mengakibatkan satu rumah milik Markonah terdampak.

Tanah longsor kembali terjadi pada Sabtu kemaren dan mengakibatkan dua rumah warga milik Indah dan Suyono terdampak. Kerusakan pada kedua rumah tersebut tergolong parah sehingga tidak lagi layak untuk mereka huni.

Tak sampai di situ, longsor juga menghantui rumah Sri Wahyuni yang sudah sampai di halaman depan. Dia mengaku sempat merasakan getaran saat longsor pertama terjadi di sekitar rumahnya. Pergerakan tanah bermula dari lahan kosong sebelum merusak rumah warga.

BACA JUGA: Festival Balon Udara Undip Semarang Banjir Kritikan, Balon Kempes Hingga Bikin Macet

“Pas kejadian longsor itu saya kebetulan lagi di teras rumah dan terasa ada getaran. Lahan kosong dulu (longsor), terus lama-lama merembet ke rumah warga,” kata Sri Wahyuni.

Dia mengaku setiap kali hujan turun diselimuti rasa khawatir akan longsor susulan. Sri Wahyuni juga belum bisa memastikan apakah akan tetap bertahan atau pindah ke tempat yang lebih aman.