“Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran,”
Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa orang yang memiliki ilmu disertai sikap hati-hati akan memperoleh keberuntungan.
BACA JUGA: Contoh Teks Khutbah Jumat Bermakna: Pahala Ibadah yang Setara dengan Haji
Sebelum mengucapkan sesuatu maupun melakukan suatu perbuatan, mereka selalu mempertimbangkan dampaknya. Mereka menyadari bahwa setiap ucapan dan tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Kehidupan di era digital telah menjadikan penyebaran informasi berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan detik, kita dapat menerima sekaligus menyebarkan berbagai berita, baik melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun platform digital lainnya.
Kemajuan teknologi tentu membawa banyak kemudahan dan manfaat bagi kehidupan. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, setiap muslim dituntut untuk menggunakan teknologi dengan penuh tanggung jawab.
Rasulullah Saw. telah memberikan teladan agar setiap perkataan dan perbuatan senantiasa didasari kehati-hatian serta mempertimbangkan manfaat dan mudaratnya sebelum disampaikan kepada orang lain.
Itulah contoh khutbah pertama yang bisa khotib sampaikan pada hari Jumat. Khutbah kedua bisa khotib samakan dengan khutbah-khutbah sebelumnya. (*)





