Gaya Hidup

Contoh Khutbah Jumat untuk Anak Gen Z: Langkah yang Tepat Memandang Dunia

×

Contoh Khutbah Jumat untuk Anak Gen Z: Langkah yang Tepat Memandang Dunia

Sebarkan artikel ini
khutbah jumat
Ilustrasi. Khutbah Jumat Mei 2026. Sumber: freepik.

SEMARANG, beritajateng – Penyampaian khutbah pada hari Jumat kini harus memiliki makna yang begitu mendalam bagi kehidupan semua orang.

Tak jarang, isi dari tausiah singkat tersebut seringkali menyesuaikan dengan isu terkini atau momentum yang sedang terjadi.

Oleh karena itu, beritajateng.tv akan bagikan bagaimana contoh teks khutbah yang bisa Khatib sampaikan kepaca para jamaah, yuk simak berikut teksnya sampai tuntas.

BACA JUGA: Rekomendasi Masjid Semarang Cocok Jadi Lokasi Sholat Ied, Bangunannya Super Megah

Contoh Khutbah Jumat

Kehidupan di dunia merupakan tahap yang sangat berarti bagi manusia, sebab di sinilah nasib seseorang di akhirat akan Allah SWT tentukan.

Walaupun kehidupan dunia bersifat sementara dan kehidupan akhiratlah yang kekal, kesalahan dalam memahami serta menjalani kehidupan dunia dapat membawa manusia pada penderitaan yang abadi di akhirat nanti.

Banyak ayat Al-Qur’an, hadits, maupun pendapat para ulama yang membahas tentang kehidupan dunia. Secara umum, semuanya menegaskan bahwa Islam mengajarkan agar manusia tidak melupakan tujuan utama penciptaannya, yaitu beribadah kepada Allah semata.
Allah Swt. juga telah mengatur agar hamba-Nya mampu menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Qashash ayat 77, Allah berfirman:
Artinya, “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Dunia memiliki kedudukan yang lebih rendah apabila kita bandingkan dengan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia bersifat sementara, tidak abadi, dan memiliki batas waktu.

Umat Islam meyakini bahwa setiap perbuatan manusia selama hidup di dunia akan Allah SWT mintai pertanggungjawaban, sehingga manusia tidak boleh bertindak sewenang-wenang dalam menjalani kehidupannya.