SEMARANG, beritajateng.tv – Taman merupakan tempat yang sering kali ramai dikunjungi oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, artikel ini akan membagikan rekomendasi taman yang terletak di Kota Semarang.
Dengan begitu, kamu dapat memiliki rekomendasi tempat ketika berkunjung ke Kota Semarang selain dapat menikmati wisatanya juga bisa mengunjungi taman sekaligus. Baca artikel ini sampai selesai supaya kamu dapat mengetahui informasi lengkapnya.
Rekomendasi Taman di Kota Semarang
BACA JUGA: Liburan Tipis-tipis, Taman Bunga Celosia Semarang, Hits dan Instagrammable!
Taman Pandanaran
Sebelum bertransformasi menjadi area taman, lokasi ini sebelumnya menjadi Tempat Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Terletak di Jalan Pandanaran, Mugassari, Semarang Selatan, Taman Pandanaran berada persis di persimpangan antara Jalan Pandanaran dan Jalan MH.Thamrin.
Keunikan taman ini terletak pada patung naga yang terkenal sebagai Warak Ngendog. Warak ngendog merupakan makhluk imajiner yang simbolis, mampu menyatukan tiga kelompok etnis di wilayah Semarang, yaitu Tionghoa, Jawa, dan etnis Arab.
Lokasinya terletak di Jl. Pandanaran, Mugassari, Kec. Semarang Selatan
Taman Indonesia Kaya
Taman ini sebelumnya terkenal sebagai Taman Menteri Supeno atau lebih umum dengan sebutan Taman KB. Sebelum bertransformasi menjadi Taman Indonesia Kaya taman tersebut sempat di renovasi yang merupakan hasil kerjasama dengan Djarum Foundation.
Sebagai salah satu taman aktif, area seluas 9.520 m2 ini sering mengadakan kegiatan sosialisasi, terdapat pula fasilitas seperti toilet bersih dan koneksi Wifi gratis. Terletak di pusat Kota Semarang, Taman Indonesia Kaya juga menyediakan Food Stand di sisi Barat.
Alamat: Jl. Menteri Supeno No.11 A, Mugassari, Kec. Semarang Selatan, Kota Semarang.
Taman Srigunting
Taman Srigunting, yang berlokasi di Kawasan Kota Lama, menjadi suatu taman dengan atmosfer Belanda yang kental, menyimpan cerita sejarah dari masa penjajahan kolonial. Pada masa lampau, Taman Srigunting berfungsi sebagai bagian dari Paradeplein (lapangan parade) yang digunakan untuk kegiatan militer pada era kolonial Belanda.





