Dalam Waktu Singkat, Polisi Bekuk Pelaku Begal Motor Guru MI di Blora

Dwi Cahyani Lutfitasari, perempuan korban begal di Blora. /Foto: Heri P.

BLORA, 18/11 (BeritaJateng.Tv) – Dua pelaku begal motor di Blora, Jawa Tengah yang mengakibatkan seorang guru MI terluka akibat terseret motor sepanjang 10 meter, di bekuk Tim Reserse Mobile Satuan Reserse Kriminal, (Tim Resmob Satreskrim) Polres Blora, pada

Diketahui dua tersangka itu yakni Krisdiantoro (28) seorang warga Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora dan Moh Asroh Fahrudin (29) seorang warga Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Kasat Reskrim AKP Supriyono, mengatakan setelah mendapatkan laporan dan melakukan olah TKP, kemudian memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan.

Hanya dalam waktu singkat kedua pelaku langsung dibekuk dan diseret ke Polres Blora, berserta barang buktinya.

“Yang satu kita amankan di rumah orang tuanya Desa Kadiwono Rt 02/02 Kecamatan Bulu, Rembang, satunya lagi di rumah kos jl.gunung Sindoro Kelurahan Tempelan, Blora,” ungkap AKP Supriyono.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit SPM honda supra X 125 warna hitam Nomor Polisi K 3901 KY berikut STNKnya, dan satu unit handphone merk oppo A9, dirumah Pelaku Moh Asroh Fahrudin, Rembang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Sebelumnya, Dwi Cahyani Lutfitasari (18) seorang guru MI Darussalam Bacem, warga Desa Kemiri Rt.01/ Rw. 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, SPM nya hilang.

Ia yang semula bermaksud menolong seorang laki – laki dijalan desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon malah menjadi korban begal.

Sepeda motornya dibawa kabur, dan ia terluka akibat terseret sepanjang 10 meter, saat hendak mempertahankan motornya.

Kapolsek Jepon AKP Ramin mengatakan awalnya pada Rabu (16/11/ 2022) sekira pukul 07.10 WIB. korban berangkat dari rumah menuju ke MI Darussalam Bacem untuk mengajar, dengan mengendarai sepeda motor honda SupraX 125 warna hitam dengan Nomor polisi K 3901 KY.

Sesampainya di jembatan turut Desa Gedangdowo, Kecamatn Jepon ada seorang laki – laki yang menghentikannya.

Laki – laki itu mengaku kalau istrinya mau melahirkan di Desa Tempuran. Dengan alasan biar perjalanannya cepat, ia meminta untuk yang menyetir, namun sesampai diukuh Angkruk, Desa Jatirejo, pelaku berhenti dan meminta korban turun sebentar, pelaku lalu menancap gas SPM itu.

Korban sepontan menarik motornya namun malah terseret, sampai 10 meter hingga mengalami luka lecet di tubuhnya.

Kepada masyarakat Kasat Reskrim berpesan agar tidak mudah percaya kepada orang asing yang tidak dikenal, karena modus kejahatan saat ini terus berkembang dan masyarakat diminta agar selalu waspada.

“Kita harus tetap hati hati dan waspada, dewasa ini banyak modus pelaku tindak kejahatan,” pungkasnya. (Her/El)

Leave a Reply