Gaya Hidup

Dari Bagi Brosur hingga Naik Transum, Cerita Nyata Ardit Erwandha di Film Tunggu Aku Sukses Nanti

×

Dari Bagi Brosur hingga Naik Transum, Cerita Nyata Ardit Erwandha di Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Sebarkan artikel ini
Dari Bagi Brosur hingga Naik Transum, Cerita Nyata Ardit Erwandha di Film Tunggu Aku Sukses Nanti
Poster Film Tunggu Aku Sukses Nanti. (Ellya/beritajateng.tv)

JAKARTA, beritajateng.tv – Nama Ardit Erwandha selama ini dikenal lewat dunia stand-up comedy dengan gaya komedi yang khas. Namun, di balik tawa yang kerap ia hadirkan, tersimpan perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

Kisah itu kini justru menjadi kekuatan utama dalam peran terbarunya di film Tunggu Aku Sukses Nanti.

Dalam film tersebut, Ardit memerankan karakter Arga, sosok pemuda yang masih berjuang menemukan arah hidup.

Di tengah tekanan keluarga besar yang kerap membandingkan pencapaian, Arga harus menghadapi kenyataan pahit sebagai satu-satunya yang belum mapan.

Cerita yang di angkat terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama saat momen Lebaran yang identik dengan ajang unjuk pencapaian di tengah keluarga.

Arga memerankan sosok yang belum memiliki pekerjaan tetap. Sementara sepupu-sepupunya telah sukses dalam karier hingga kehidupan pribadi.

Tak hanya itu, hubungan asmaranya dengan Andin yang di perankan Maudy Effrosina juga berada di persimpangan. Andin menginginkan kepastian, sementara Arga masih berjuang menata hidupnya.

Menariknya, Ardit mengaku tidak kesulitan mendalami karakter tersebut karena sebagian besar pengalaman Arga adalah cerminan hidupnya di masa lalu.

“Naik transportasi umum subuh-subuh, itu saya. Bagi-bagi brosur, itu juga saya. Muka kucel, lecek, bahkan pernah diputusin karena enggak punya uang, itu juga saya. Jadi mungkin 70 persen Arga itu ada di dalam diri saya,” ujar Ardit.

Pengalaman hidup yang penuh perjuangan itu menjadi modal kuat bagi Ardit untuk menghadirkan emosi yang autentik di layar. Ia bahkan mengaku proses syuting film ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya karena keluar dari zona nyaman sebagai komika.

Film ini menjadi titik balik bagi Ardit untuk menunjukkan sisi akting yang lebih dalam, tidak hanya sekadar komedi.

Ia harus mengeksplorasi emosi yang lebih kompleks, mulai dari rasa minder, tekanan sosial, hingga kegagalan.

BACA JUGA: Daftar Film Bioskop Indonesia 2026 yang Paling Ditunggu, Mana Favorit Kamu?