Pendidikan

Dari Ibu Kota Jateng ke San Diego, Begini Kisah Siswi SMAN 3 Semarang Diterima 8 Kampus Bergengsi Dunia

×

Dari Ibu Kota Jateng ke San Diego, Begini Kisah Siswi SMAN 3 Semarang Diterima 8 Kampus Bergengsi Dunia

Sebarkan artikel ini
Siswi SMAN 3 Semarang
Annasa Awwal Afdolu, siswi SMAN 3 Semarang yang mendapatkan beasiswa dan 9 LoA dari kampus ternama dunia. (Foto: Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Prestasi cemerlang diraih oleh Annasa Awwal Afdolu, siswi lulusan SMAN 3 Semarang yang berhasil menembus 9 kampus bergengsi sekaligus.

Nasa, sapaan akrabnya, bakal menempuh pendidikan di University of California San Diego dengan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang kini dilanjutkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Namun, di balik prestasi gemilang itu, tersimpan cerita keluarga yang mengharukan. Nasa sudah kehilangan kedua orang tuanya sejak kelas 4 SD, dan sejak itu ia tinggal bersama tante dan neneknya.

BACA JUGA: SMAN 3 Semarang Terapkan Kurikulum Nasional: Bukan OSIS, Guru Lebih Aktif saat MPLS

Di bawah asuhan sang tante yang bekerja sebagai staf administrasi di salah satu universitas swasta di Semarang, Nasa tumbuh dengan tekad kuat untuk belajar dan menggapai cita-citanya.

Gadis kelahiran 2007 itu memilih jurusan Applied Mathematics lantaran kesukaannya akan matematika. Ia juga menargetkan karier akademik sebagai dosen di masa depan.

“Menurutku, untuk jadi dosen aku butuh landasan teori yang kuat, jadi aku ambil matematika dulu untuk S-1,” ujarnya saat beritajateng.tv hubungi pada Kamis, 31 Juli 2025.

Siswi SMAN 3 Semarang tembus 8 universitas luar negeri

Nasa sendiri diterima di delapan universitas luar negeri dan satu kampus dalam negeri, yaitu: University of Sydney, Curtin University, University of Queensland, Monash University, Wageningen University and Research, University of Hongkong, University of California San Diego, dan University of Hongkong serta Universitas Gajah Mada (UGM).

Ia mengaku memilih jurusan matematika dan sains saat mendaftar di kampus-kampus tersebut.

“Kebanyakan aku daftar matematika atau bidang sains terapan lain seperti data science dan statistik. Kalau di Wageningen waktu itu aku daftarnya Enviromental Science,” jelasnya.

BACA JUGA: Kisah Unik 5 Pasang Kembar Murid Baru SMAN 3 Semarang: Dari Cita-cita Sama hingga Kepribadian Beda

Momen itu tentu sangat berharga bagi Nasa karena ia berhasil lolos di kampus-kampus bergengsi. Ia akhirnya memilih University of California San Diego dengan jurusan Applied Mathematics.

“University of California itu emang sudah jadi target sejak awal. Aku ingin banget kuliah di Amerika karena sistem pendidikan di sana salah satu yang terbaik di dunia,” ungkapnya.

Persiapan dan perjalanan mendapatkan beasiswa

Calon mahasiswi ini telah mempersiapkan agar mendapatkan beasiswa sejak duduk di kelas 11. Nasa mengikuti program yang saat itu Kemendikbudristek adakan seperti pelatihan bahasa Inggris dan tes akademik.

Kemudian, ia mengikuti proses seleksi beasiswa sekitar bulan Maret-April 2025, setelah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) akhir tahun lalu. “Jadi memang harus daftar kuliah dulu baru beasiswa,” ujarnya.

Selain LoA dari kampus-kampus tersebut, peserta juga harus memiliki prestasi. Nasa pun melampirkan piagam juara 1 lomba statistika tingkat nasional yang Undip selenggarakan.

Sebelumnya, ia juga memiliki rekam jejak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) meskipun belum lolos ke tingkat nasional.

BACA JUGA: Besok Hari Terakhir SPMB Jateng Tahap II, Program SMA/SMK Swasta Gratis Serap 2.238 Siswa Miskin

Perjalanan pertama ke luar negeri dan jauh dari keluarga

Di balik segala pencapaian, Nasa mengaku dukungan dari keluarganya, terutama sang tante, menjadi faktor penting. “Tanteku yang dari dulu ngurusin semua. Sekolah, kegiatan, semuanya. Aku bersyukur banget,” tuturnya.

Menjalani perkuliahan di University of California San Diego akan menjadi perjalanan pertamanya keluar negeri. Ia menyebut tengah menyiapkan diri dalam segala hal, seperti administratif, akademik, dan tentunya mental untuk adaptasi di lingkungan baru.

“Takut sih ada karena belum pernah jauh dari rumah, tapi ya siapin aja semaksimal mungkin. Sekarang lagi urus visa dan persiapan orientasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia tetap optimistis bisa cepat beradaptasi karena adanya teman-teman seperjuangan dari Indonesia yang berkuliah di kampus yang sama dengannya.

“Tapi alhamdulillah ada banyak teman juga dari BIM yang juga ke San Diego. Jadi kayak ada keluarga baru,” pungkasnya.

Nasa mengatakan bahwa ia akan aktif berkuliah sebagai mahasiswi jurusan Applied Mathematics di University of California pada 22 September 2025 mendatang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp