SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi mengecek rekaman CCTV (closed-circuit television) dari minimarket yang berada tak jauh dari lokasi penembakan Gamma Rizkynata Oktafandy, seorang siswa SMKN 4 Semarang.
Minimarket tersebut berada di Jalan Candi Penataran Raya, RT.004/RW.004, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Karyawan minimarket, Reza, menjelaskan, polisi dua kali mendatangi tempat kerjanya. Kedatangan polisi pertama kali terjadi pada Minggu, 24 November pagi dan yang kedua pada Senin, 25 November pagi.
“Tanggal 24 polisi datang jam 9 pagi, minta rekaman CCTV bagian depan sama bagian atas. Tapi yang kerekam di CCTV itu bagian depan aja, yang atas nggak kerekam,” katanya kepada beritajateng.tv, Selasa, 26 November 2024.
BACA JUGA: Siswa SMK di Semarang Tewas Diduga Ditembak Polisi, Sekolah Sebut Korban Siswa Berprestasi
Reza menuturkan, CCTV merekam satu orang yang mengendarai motor berjenis PCX di Minggu dini hari. Orang tersebut kemudian turun dari motornya dan berdiri mengacungkan senjata tajam di tengah jalan.
Menurut Reza, kejadian yang terekam itu hanya berdurasi 20 detik saja.
“Ngalangin jalan dan mengeluarkan clurit. Bukan ramai-ramai, tapi sendiri aja. Yang lewat kaya mau dibacok, tiga orang hampir kena,“ katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan jika Jalan Candi Penataran Raya sebenarnya bukan lokasi yang sering menjadi tempat tawuran. Hanya saja, jalanan di sekitar situ cukup rawan di malam hari lantaran sepi lalu lalang pengendara.
“Kalau jadi tempat tawuran enggak, cuma rawan aja kalau malam soalnya sepi jalannya,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang siswa, GRO, meninggal dunia. Korban sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah.
Kabar soal meninggalnya GRO pertama kali mencuat di Whatsapp (WA) dan Facebook.
“Saat kedua kelompok gangster ini melakukan tawuran, muncul anggota polisi. Kemudian di lakukan upaya untuk melerai. Namun, ternyata anggota polisi informasinya diserang, sehingga dilakukan tindakan tegas,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar. (*)
Editor: Farah Nazila





