Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menyoroti pertumbuhan ekonomi ekonomi serta banyak menyebut kata ‘korupsi.’
Ia menyebut bahwa korupsi masih menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Ia ingin pertumbuhan ekonomi tumbuh 7 persen.
“Kita ini kaya raya dengan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang hebat. Masalahnya apa? Masalahnya banyak korupsi dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi,” terang Mahfud MD dalamm gelaran acara debat Cawapres.
Menurut Mahfud, berdasar hasil sigi Transparansi Internasional, korupsi terjadi di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara besar-besaran.
“Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini. Kita menginjak bumi, ada korupsi di tanah dan pertambangan. Ke laut, ada korupsi di masalah kelautan. Kita melihat udara, pesawat terbang kita, ternyata di udara juga banyak korupsi. Akibatnya apa? Rakyat miskin.” Katanya.
Mahfud juga menyoroti Kota Madura, di mana memiliki kekayaan gas alam tapi tidak pernah teroptimalkan. Selain itu, ucap Mahfud, kerap terjadi pemerasan bagi pengusaha yang ingin melakukan investasi.
“Oleh sebab itu, kita harus lawan korupsi,” tegasnya.
Gagasan cawapres
3. Cak Imin
Mempromosikan kata ’Slepet,’ Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusung gagasan yang berfokus pada kemakmuran dan keadilan.
Adapun kata ‘Slepet’ ini ia ibaratkan seperti aksi dalam membangunkan para santri dari tidur.
“Selepet itu seperti sarung yang saya bawa ini, bisa di kalangan santri bisa membangunkan yang tidur, menggerakkan yang loyok, dan sekaligus mengingatkan yang lalai,” ujar Cak Imin
Menurut Cak Imin, yang perlu ‘diselepet’ soal 100 orang Indonesia memiliki kekayaan di atas 100 juta jumlah penduduk di Indonesia.
“Artinya ini keadaan yang tidak adil, ini harus kita selepet,” terangnya.
Di samping itu, ia ingin para kalangan ekonomi kelas menengah di turunkan pajaknya.





