JAKARTA, beritajateng.tv — Laporan tahunan Deep Intelligence Research (DIR) menempatkan Dedi Mulyadi sebagai gubernur paling menyedot perhatian publik sepanjang satu tahun pertama masa jabatan.
Dalam riset bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026”, Dedi memuncaki kategori publikasi media sekaligus engagement media sosial, mengungguli sejumlah kepala daerah lain di Indonesia.
Lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) itu menganalisis pemberitaan dan percekapan publik di media sosial selama periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026.
Total pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi mencapai 1.887.196 berita di media siber, cetak, dan elektronik. Dari keseluruhan pemberitaan itu, tercatat total engagement 5.624.353.582 dengan audiens 33.798.508.877.
Sementara di media sosial, terdapat 4.573.206 percakapan, meliputi 112.442 percakapan di X, 204.337 di Facebook, 854.473 di Instagram, 2.063.710 di TikTok, 27.468 di Threads, dan 1.309.974 di YouTube.
Jumlah media yang dianalisis terdiri dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 40 media elektronik. Sementara untuk media sosial, DIR meng-crawling semua platform yang ada dan digunakan oleh masyarakat di Indonesia.
BACA JUGA: Viral Video Pria Purbalingga Minta Domba ke Dedi Mulyadi: Kami Pengangguran Tapi Suka Ngarit
Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research, Neni Nur Hayati, menegaskan bahwa satu tahun pertama adalah fase krusial.
“Kami menggunakan metodologi Media Intelligence yang menggabungkan analisis media massa dan digital listening untuk melihat sejauh mana legitimasi publik terbentuk di era keterbukaan informasi ini,” ujar Neni dalam peluncuran laporan tersebut di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
“Mesin aritifical intelligence kami bekerja meng-crawling data untuk menarik seluruh data pemberitaan dan percakapan publik di media sosial dari para gubernur, tentang gubernur dan yang mempercakapkan gubernur,” lanjutnya.
Menurut Neni, tahun pertama adalah ujian kepemimpinan situasional. Data dari DIR menunjukkan bahwa publik memberikan perhatian sangat tinggi dan harapan besar kepada pemimpin daerah dalam mengeksekusi janji-janji kampanye, program pusat di daerah, dan ketangkasan saat bencana melanda.





