“Total berita tentang gubernur di media mainstream mencapai 1,887 juta lebih. Engagement di medsos mencapai 5,624 milyar, dengan audiens mencapai 33,798 milyar terlibat. Ini perhatian yang luar biasa, dan harapan yang sangat besar dari masyarakat,” tutur Neni.
Tiga Kluster Isu Dominan dalam Riset Deep Intelligence Research
Dalam temuan utama, DIR mencatat tiga kluster isu dominan. Pertama, Program Strategis Nasional di bidang pendidikan, khususnya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi perhatian luas di hampir seluruh provinsi.
Kedua, ketangkasan menghadapi krisis, terutama saat Banjir Besar di Sumatera dan Aceh pada November 2025 yang menjadi titik uji kepemimpinan daerah.
Ketiga, isu integritas dan hukum, termasuk relasi dengan KPK dan DPRD, serta dugaan korupsi seperti yang terjadi di Jambi dan Riau yang menekan rating performa media hingga menyentuh angka 4/10 bagi gubernur tertentu.
Analisis juga menunjukkan disparitas ruang emosi publik. Media massa cenderung memberikan sentimen positif tinggi hingga 79 persen.
Sebaliknya, media sosial menjadi arena apresiasi sekaligus kritik tajam. Instagram, YouTube, TikTok, dan Facebook mencatat atensi tinggi. Sementara X menjadi platform paling kritis dengan engagement paling rendah dibanding platform lainnya.
Dalam kategori Highest Publication, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas. Gubernur Jawa Barat itu mencatat 194,4 ribu pemberitaan media online, 16,1 ribu pemberitaan cetak, dan 4,6 ribu pemberitaan elektronik. Narasi kebijakan kerakyatan, isu sosial, serta konsolidasi wilayah menjadi penopang utama stabilitas eksposurnya.
BACA JUGA: Ramai Aldi Taher dan Dedi Mulyadi Nyaleg dari Dua Partai, KPU Jateng: Prinsipnya Tidak Boleh Double
Di bawahnya, Pramono Anung di DKI Jakarta membukukan 153 ribu pemberitaan media online, 8,9 ribu cetak, dan 8,3 ribu elektronik.
Sementara Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur mencatat 82,7 ribu pemberitaan online, 8,3 ribu cetak, dan 1,5 ribu elektronik, dengan fokus pada ekonomi syariah dan perlindungan sosial.





