Politik

Demi Wujudkan Makan Siang Gratis, Prabowo Bakal Pangkas Subsidi BBM Lebih Dulu, Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok?

×

Demi Wujudkan Makan Siang Gratis, Prabowo Bakal Pangkas Subsidi BBM Lebih Dulu, Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok?

Sebarkan artikel ini
Prabowo Ahmad Dhani | Eddy Prabowo
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyapa relawan saat hadir mengikuti kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Kamis, 8 Februari 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Prabowo Subianto telah bersiap mengimplementasikan program makan siang gratis, namun dengan cara mengurangi subsidi BBM terlebih dahulu. Saat ini, Prabowo-Gibran tengah unggul dalam real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih berlangsung.

Dalam proposal kebijakan pertamanya seperti yang Bloomberg laporkan pada Jumat, 16 Februari 2024, Prabowo menargetkan alokasi subsidi energi untuk mendanai sebagian dari janji kampanyenya tersebut.

Eddy Soeparno, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, menyatakan bahwa saat ini Prabowo sedang berupaya mengonsolidasikan kekuasaan guna mewujudkan kebijakan tersebut.

“Pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan subsidi energi dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah memulai menjabat pada bulan Oktober,” tutur Eddy.

BACA JUGA: Dugaan Penggelembungan Suara Prabowo-Gibran Masif di Jateng, Tim Hukum AMIN Gugat ke Bawaslu

Menurut Eddy, sekitar 80 persen dari total Rp350 triliun pemerintah keluarkan untuk mensubsidi BBM dan LPG. Ternyata, kata Eddy, jumlah tersebut lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang berpenghasilan menengah dan tinggi.

Ia juga menekankan perlunya pemerintah untuk menutup celah dalam pengumpulan pajak guna meningkatkan pendapatan.

Menurutnya, penerimaan pajak Indonesia hanya setara dengan 10 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara negara-negara lain di Asia Tenggara memiliki rasio sebesar 14 persen.

Reformasi pendapatan demi penuhi janji kampanye Prabowo

Eddy juga menyebutkan bahwa harus ada reformasi pendapatan untuk mengalokasikan dana sesuai dengan janji kampanye utama Prabowo. Misalnya seperti menyediakan makan siang dan susu bagi 80 juta anak sekolah di Indonesia, membantu meningkatkan kesehatan dan pendidikan. Selain itu, juga menciptakan lapangan kerja bagi perempuan dan pengusaha.

Program tersebut menurut perkiraan akan menghabiskan biaya lebih dari Rp400 triliun. Jumlah itu lebih besar dari seluruh defisit APBN tahun 2023 sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65 persen dari PDB.

Untuk mendukung janji kampanye tersebut, Eddy menyatakan bahwa Prabowo akan berusaha membangun koalisi yang kuat di parlemen dengan mengundang partai-partai lain, termasuk PDIP.

BACA JUGA: Real Count Sementara Unggul, DPD Gerindra Jateng Apresiasi Prabowo-Gibran Unggul di Kandang Banteng

Bahkan, Prabowo menyebut bakal menjalin kerja sama dengan Capres lain seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo untuk bergabung dalam pemerintahannya.

“Dia percaya bahwa ini adalah formula sukses untuk membangun pemerintahan yang stabil di masa depan,” tandas Eddy. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp