SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara seremonial menyerahkan 1.500 alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk 32 kabupaten/ kota, dengan nilai Rp71 miliar. Akan tetapi, Ahmad Luthfi sentil ketidakhadiran sejumlah kepala daerah.
Hal itu karena, 32 bupati/ wali kota di Jawa Tengah yang yang hadir hanya Bupati Semarang Ngesti Nugraha, serta Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Sementara, ke-32 kepala daerah yang dapat undangan untuk menerima alsintan secara simbolis itu tidak datang.
BACA JUGA: Lokasi Titik Terakhir Kebakaran Gunung Lawu, Ahmad Luthfi Minta Penyisiran Menyeluruh
“Ini dari 32 bupati/ wali kota cuma dua kelihatan, tepuk tangan bagi yang tidak hadir,” kata gubernur di lapangan Tarubudaya, kompleks Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa 3 November 2026.
Luthfi mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) sedang menggalakkan produktivitas pertanian. Tujuannya, guna mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan nasional.
Produktivitas Pertanian Jateng
Luthfi bilang, Jawa Tengah mampu menghasilkan 11,5 juta ton gabah kering panen (GKP). Untuk tahun 2026 sampai dengan hari ini produktivitas GKP di Jawa Tengah sudah mencapai 8,5 juta ton.
Hingga tutup tahun 2026 nanti, Luthfi optimistis Jawa Tengah akan mampu menyumbang ketahanan pangan nasional dengan berkontribusi hingga 16,5 persen produksi padi Nasional.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi (Distanak) Jawa Tengah mendorong upaya tersebut melalui pemberian bantuan 1.500 alsintan kepada 32 kabupaten/ kota.
BACA JUGA: Lokasi Titik Terakhir Kebakaran Gunung Lawu, Ahmad Luthfi Minta Penyisiran Menyeluruh
Gubernur juga mengakui karakter pertanian di setiap daerah di Jawa Tengah berbeda-beda. Oleh karena itu, alsintan yang Ganjar serahkan juga harus ada penyesuaian dengan kebutuhan masing-masing daerah.





