SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza mengatakan, berupaya memperkuat ekosistem UMKM melalui penciptaan wirausaha baru. Selain itu juga peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Hal tersebut, dia katakan usai menghadiri program Bursa Wirausaha Unggulan dan akad massal KUR Jawa Tengah 2026 di Muladi Dome Undip, Kota Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dia bilang, program Bursa Wirausaha Unggulan yang mengusung tema Berani Memulai, Bertumbuh, dan Berdampak merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM, pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Pengembangan UMKM baginya, tidak cukup hanya dengan mencetak pelaku usaha baru.
BACA JUGA: KUR di Jateng Tembus Rp42,8 Triliun, Wamen UMKM Ingin Sektor Produksi Naik jadi 67 Persen
Akan tetapi, kata Helvi, UMKM juga perlu mendapatkan dukungan pembiayaan, pemasaran, pendampingan hingga teknologi agar mampu berkembang dan bersaing.
“Menumbuhkembangkan UMKM itu tidak terlepas daripada memulainya dengan mencetak wirausaha baru, khususnya di kalangan muda. Kemudian bertumbuh dengan memberikan fasilitas, fasilitas pembiayaan, pemasaran, pendampingan. Kemudian, berdampak. Apa dampaknya terhadap masyarakat sekitar, pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Helvi berkata, pelaku UMKM saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Di mana tidak hanya di pasar domestik, namun juga regional dan global.
Oleh karena itu, dia menilai teknologi akan menjadi salah satu kebutuhan agar UMKM dapat naik kelas.
BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa
Peran Perguruan Tinggi untuk Teknologi UMKM
Lebih lanjut, kata Helvi, perguruan tinggi (PT) memiliki peran penting untuk pengembangan UMKM.
Dia bilang, kampus menjadi salah satu sumber pengembangan teknologi yang dapat membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan pasar.
Dalam pengembangan UMKM, pihaknya menyebut tiga kekuatan yang perlu disinergikan. Di antaranya, pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi.
BACA JUGA: Potret Seniman Kaligrafi India Gori Yusuf Husen, Wariskan Teknik Klasik ke Penjuru Dunia
Kementerian UMKM turut berperan memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas, pemerintah daerah memahami potensi serta karakteristik ekonomi wilayah.
Sementara perguruan tinggi dapat memberikan dukungan dari sisi teknologi dan pengembangan kapasitas.
“Nah, ini adalah salah satu program kami menyatukan tiga potensi itu. Kami berharap munculnya wirausaha baru, kemudian terus tumbuh, berkembang, dan siap untuk tarung di pasar domestik maupun global,” ucap dia.
BACA JUGA: Gen Z, Meja Tarot, dan Ruang Refleksi Diri
Lebih jauh, Helvi turut mendorong terbentuknya kemitraan antarpelaku usaha. Mulai dari pengusaha besar hingga pelaku usaha mikro.
“Pengusaha besar dapat membimbing pelaku usaha menengah. Sementara pelaku usaha menengah turut memperkuat usaha kecil dan mikro sehingga ekosistem UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





