Viral

Diduga Perselingkuhan, Pria di Grobogan Ini Nekat Belah Rumahnya Pakai Gergaji

×

Diduga Perselingkuhan, Pria di Grobogan Ini Nekat Belah Rumahnya Pakai Gergaji

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sosial media. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi media sosial. (Foto: Pexels/Pixabay)

GROBOGAN, beritajateng.tv – Viral sebuah video pria nekat membelah rumahnya gunakan gergaji. Kejadian tersebut berlangsung di Desa Mlowokarangtalun, wilayah Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Rekaman itu menunjukkan aksi ekstrem seorang pria yang memotong rumah miliknya.

Video tersebut menampilkan seorang pria memegang gergaji mesin dengan emosi tidak terkendali. Pria itu membelah struktur bangunan hingga rumah terpisah menjadi dua bagian.

Aksi tersebut juga merusak sejumlah perabot kayu. Selain itu, atap rumah tampak sudah terbongkar pada Jumat pagi, 13 Februari 2026.

Peristiwa viral itu kemudian menyedot perhatian publik. Warganet menilai tindakan itu sangat berbahaya dan emosional. Tak sedikit pengguna media sosial menyayangkan konflik rumah tangga berujung tindakan ekstrem. Reaksi simpati pun mengalir kepada seluruh pihak terdampak.

Pemerintah desa setempat membenarkan kejadian tersebut. Penjabat Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, menyampaikan bahwa konflik rumah tangga memicu aksi itu. Ia menjelaskan bahwa hubungan pasangan tersebut telah lama mengalami keretakan. Menurutnya, persoalan muncul akibat dugaan orang ketiga.

BACA JUGA: Fakta-fakta SEAblings Viral X: Awal Mula ‘War’ Netizen Indonesia vs Indonesia

Wahyu menyampaikan keterangan berdasarkan laporan keluarga. Ia mengatakan, “Permasalahan berawal dari konflik kepercayaan yang sulit dipulihkan.” Ia juga menambahkan, “Pihak suami sempat memilih memaafkan demi mempertahankan rumah tangga.” Pernyataan itu menegaskan upaya damai sempat muncul.

Namun, kondisi berubah drastis setelah keputusan berpisah muncul. Wahyu menuturkan, “Istri memilih berpisah dan tidak ingin kembali.” Ia melanjutkan, “Situasi emosional membuat suami kehilangan kendali.” Penjelasan itu menggambarkan tekanan batin mendalam.

Sebelum aksi Belah Rumah Viral terjadi, pemerintah desa telah mengupayakan mediasi. Aparat desa memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak. Sayangnya, proses tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Kebuntuan komunikasi semakin memperparah situasi.

Mediasi Buntu dalam Belah Rumah Viral

Kegagalan mediasi membuat konflik semakin tajam. Wahyu menjelaskan, “Mediasi tidak menemukan titik temu karena masing-masing pihak bertahan pada sikap.” Ia menambahkan, “Rasa sakit hati memicu keputusan emosional.” Penuturan tersebut menegaskan latar belakang aksi ekstrem.

Setelah mediasi berakhir tanpa solusi, sang suami memilih langkah drastis. Ia mengeksekusi rumah yang selama ini menjadi simbol kebersamaan. Tindakan itu mencerminkan luapan emosi dan kekecewaan mendalam. Lingkungan sekitar pun mengalami ketegangan akibat kejadian tersebut.

Warga setempat menyaksikan kejadian itu dengan perasaan campur aduk. Salah seorang tetangga, Sutrisno, menyampaikan, “Kami kaget melihat rumah terbagi dua.” Ia menambahkan, “Kejadian itu sangat berisiko bagi keselamatan.” Kesaksian warga memperlihatkan dampak sosial peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Dari Pramugari ke Content Creator, Ini Profil Alya Putri Istri Mohan Hazian yang Mendadak Viral

Hingga kini, Belah Rumah Viral masih ramai diperbincangkan warganet. Banyak pihak menilai pentingnya pengelolaan emosi dalam konflik keluarga.

Peristiwa di Grobogan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya mediasi efektif. Pemerintah desa berharap kejadian serupa tidak terulang. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp