SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah isu kebakaran yang tidak kunjung usai, para warganet mendadak ramai oleh sebuah berita viral penemuan ikan langka Oarfish di Pantai Pink 3 Lombok Timur.
Penemuan tersebut berlangsung pagi tadi 26 Agustus pukul 07.30 Wita oleh salah satu pengunjung pantai. Video yang menunjukan penemuan ikan tersebut terunggah di berbagai media sosial dan akhirnya viral.
Jenis ikan yang satu ini terkenal sebagai spesies ikan yang habitat aslinya terletak di zona pelagik laut dalam. Tempatnya yakni terletak di kedalaman laut sekitar 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan air.
Oleh karena itu, kemunculan ikan tersebut memancing banyak spekulasi mulai dari menjadi tanda bahwa akan terjadi sunami.
Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan beberapa kumpulan fakta unik seputar ikan langka Oarfish yang terdampar di Pantai Pink 3 Lombok Timur.
BACA JUGA: Viral Jawaban Nyeleneh Siswa Gen Z Saat Ujian, Kemendikdasmen Ungkap Penyebabnya
Fakta-Fakta Ikan Oarfish
Ikan ini terkenal sebagai salah satu ikan terpanjang di dunia berkat bentuk tubuh dan tulangnya yang memanjang. Panjangnya dapat mencapai sekitar 56 kaki atau 17 meter, dengan bobot hingga 600 pound atau sekitar 270 kilogram.
Status konservasi oarfish raksasa hingga kini masih belum diketahui secara menyeluruh karena ikan ini sangat jarang ditemukan.
Meski pernah ada upaya untuk mengonsumsinya, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan bahwa daging oarfish memiliki tekstur yang lembut, kenyal, dan cenderung lengket.
Meski memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, oarfish bukanlah ikan yang berbahaya bagi manusia. Makanan utamanya berupa plankton dan organisme berukuran kecil yang tertangkap melalui sistem penyaring di dalam tubuhnya.
BACA JUGA: Sosok Fahira Almira, Viral Diduga Black Campaign usai Unggah Pengalaman Berobat di Malaysia
Menariknya, oarfish tidak memiliki gigi, melainkan struktur khusus yang terkenal dengan istilah penyapu insang atau gill rakers yang berfungsi menyaring dan menangkap makanan berukuran kecil.





