Viral

Viral Dua Pendaki Diduga Mandi Pakai Sabun di Mata Air Qolbu Gunung Argopuro

×

Viral Dua Pendaki Diduga Mandi Pakai Sabun di Mata Air Qolbu Gunung Argopuro

Sebarkan artikel ini
Guru SMK diberhentikan | second account
Ilustrasi media sosial. (Foto: Pixabay)

JEMBER, beritajateng.tv – Aktivitas dua pendaki di kawasan Mata Air Qolbu, Gunung Argopuro, viral setelah rekaman videonya beredar di media sosial.

Keduanya dugaan kuat mandi mandi menggunakan sabun di aliran mata air yang selama ini menjadi salah satu sumber air bagi pendaki maupun satwa liar di kawasan tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi pada 15 Agustus 2026 di sekitar Mata Air Qolbu, yang lokasinya tidak jauh dari Sabana Cikasur.

Dalam rekaman yang beredar, dua pendaki terlihat bermain sekaligus mandi di aliran mata air. Seorang pendaki lain yang merekam video tersebut terdengar mengingatkan agar aktivitas mandi tidak menggunakan sabun.

“Kalau mandi enggak usah pakai sabun, basahin badan aja. Bilang nggak pakai sabun? Tunjukin nih videonya ke pengurus (gunung),” ucap perekam video, seperti beritajateng.tv kutip dari akun Instagram @jejakpendaki, Kamis 20 Agustus 2026.

“Nanti kita ketemu aja lah di atas. Ini juga bukan sotoy-sotoy kita,” balas seorang pendaki yang sedang mandi.

BACA JUGA: Viral Penemuan Jenazah dalam Bagasi Mobil di Grobogan, Polisi Selidiki Kasus Perampokan Royal Phone Ambarawa

Aktivitas tersebut menuai perhatian karena di sekitar lokasi disebut telah terdapat larangan untuk mandi, terlebih menggunakan sabun atau bahan lain yang berpotensi mencemari sumber air.

Pendaki Lain Sudah Ingatkan

Seorang pendaki yang berada di lokasi mengaku telah mengingatkan kedua orang tersebut agar tidak mandi di aliran Mata Air Qolbu.

Penyampaian teguran itu karena sumber air tersebut tidak hanya para pendaki manfaatkan, tetapi juga menjadi tempat satwa liar mendapatkan air.

Di bagian hilir aliran, bahkan terlihat seekor burung merak yang sedang minum.

Kondisi tersebut membuat penggunaan sabun di aliran mata air ternilai berpotensi mengganggu kualitas air dan ekosistem di sekitarnya.

Namun, berdasarkan cerita pendaki yang memberikan teguran, kedua pendaki tersebut disebut tetap melanjutkan aktivitasnya meski telah diingatkan.