Didukung Platform Digital, Generasi Muda Didorong Punya Semangat Berwirausaha

Para narasumber dalam Sosialisasi Non Perda "Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur pada Generasi Muda" yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Kamis (1/9/2022). (wahyu/beritajateng.tv)

SEMARANG, 1/9 (beritajateng.tv) – Generasi muda perlu didorong untuk memiliki jiwa wirausaha. Semangat berwirausaha membutuhkan ketekunan dan mental tahan uji agar bisa sukses. Terlebih kesempatan berwirausaha kini sangat terbuka lebar dengan adanya platform digital.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, berwirausaha membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. “Generasi muda dituntut untuk berani terjun membuka usaha. Jangan terlalu memikirkan bagaimana memulai, bagaimana nanti jika rugi, dan sebagainya. Jalankan saja dulu, nanti dari proses tersebut mereka bisa belajar,” ujar Bambang yang hadir secara daring dalam Sosialisasi Non Perda “Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur pada Generasi Muda” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Kamis (1/9/2022).

Dia menambahkan pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu belajar mengenai internet dan media sosial. Sebab di era digitalisasi saat ini, pemasaran banyak dilakukan melalui platform digital.

“Saya berharap anak muda mempunyai semangat enterpreneur di era digitalisasi saat ini. Dengan begitu mereka dapat menjual dan mempromosikan produk di internet guna meningkatkan daya jual,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang Rizka Dwi Prasetyo menjelaskan, sebagai entrepeneur harus pintar membuat promosi yang menarik agar produknya bisa dilirik konsumen.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang, Rizka Dwi Prasetyo memberi paparan dalam Sosialisasi Non Perda “Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur pada Generasi Muda”. (wahyu robert/beritajateng.tv)

“Dalam pemasaran digital, orang akan melihat kemasan dulu karena tidak bisa langsung mencicipi atau merasakan produknya. Maka promosi digital perlu dibuat semenarik mungkin. Produk difoto semenarik mungkin dan diupload agar orang tertarik,” ungkapnya dalam acara yang dimoderatori Nurkholis ini.

Dia menambahkan, banyak faktor yang bisa mempengaruhi agar usaha bisa sukses.

“Kunci sukses adalah komunikasi antar teman, memiliki power, kredibilitas, produk yg dipasarkan juga mempengaruhi, serta pemasarannya harus menarik. Apalagi sekarang teknologi sudah maju, jadi harus bisa menjual secara online dengan menggunakan media sosial, supaya usaha lebih berkembang selain langkah konvensional,” ungkapnya.

Dia lantas mencontohkan ada usaha penjualan sayuran organik di Kecamatan Getasan yang sukses, bahkan produknya diekspor ke luar negeri. Semua bisa dilakukan dengan pengelolaan yang profesional dan memanfaatkan penjualan online.

Sub Koordinator Kelembagaan Masyarakat dan Adat Desa Dispermades Kabupaten Semarang, Aji Tri Bramasto menjelaskan, generasi muda harus memiliki karakteristik kewirausahaan yg kuat, supaya bisa mengembangkan usahanya.

“Kebanyakan orang berpikir kegagalan UKM karena kurang modal dan bimbingan pemerintah. Padahal sebetulnya karakter wirausahanya bisa jadi belum kuat, mungkin karena kurang ulet dan lekas putus asa, kurang tekun, kurang kreatif, kurang pengawasan, hingga kurang mampu menyesuaikan dengan selera konsumen atau keliru dalam memilih usaha.” imbuhnya.

Solusi untuk UKM adalah belajar manajemen perencanaan, pemasaran dan promosi, keuangan. Selain itu percaya diri, optimis, tekun, bekerja keras, berani mengambil resiko, mampu memimpin, dapat bergaul, menanggapi saran dan kritik, inovatif, kreatif, fleksibel, serba bisa, berorientasi masa depan, menjadi kunci penting supaya usaha bisa bertahan lama.

Sementara Camat Getasan, Istiqomah menambahkan, warga bisa memanfaatkan keindahan alam dan kesuburan lahan di Getasan untuk membuka usaha. Terlebih di Kecamatan Getasan, hampir semua desa memiliki objek wisata masing-masing. Selain itu, banyak rest area yang dibuka di kawasan wisata Kopeng.

“Ini jadi peluang untuk berwirausaha. Karena di tempat wisata pasti ada tempat makan, jasa parkir, hingga sentra oleh-oleh. Warga bisa berkreasi membuat oleh-oleh khas Getasan yang menjadi ciri khas dan tidak ditemukan di tempat lain,” paparnya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply