Politik

Diperiksa KPK, Masihkah Mbak Ita Dapat Kepercayaan Warga Semarang?

×

Diperiksa KPK, Masihkah Mbak Ita Dapat Kepercayaan Warga Semarang?

Sebarkan artikel ini
Tinjau Semarang Zoo, Mbak Ita Minta Manajemen Lakukan Pembenahan
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau Semarang Zoo. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Elektabilitas Hevearita G. Rahayu alias Mbak Ita dalam Pilwalkot Semarang 2024 kini menuai pertanyaan.

Pasalnya, baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengobrak-abrik Balai Kota, Kantor OPD, hingga rumah dinas Mbak Ita selama empat hari berturut-turut.

Hingga kini, keberadaan Mbak Ita pun belum diketahui.

Mbak Ita yang digadang-gadang maju Pilwalkot Semarang 2024 pun dipertanyakan. Tak sedikit publik yang penasaran apakah rekom PDI Perjuangan (PDIP) akan turun pada Mbak Ita atau kepada tokoh lainnya.

DPC PDIP Kota Semarang pun tak banyak berkomentar soal pemeriksaan Mbak Ita oleh KPK.

BACA JUGA: Nana Sudjana Respons soal KPK Obrak-abrik Pemkot Semarang, Belum Pastikan Proses Penggantian Walikota

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menanggapi hal tersebut. Menurutnya, pasca KPK obrak-abrik Mbak Ita, akan terjadi perubahan peta politik Pilwakot Semarang 2024.

“Di Semarang (peta politik Pilwakot 2024) pasti akan berubah, tetapi ada catatan,” ujarnya.

Saat beritajateng.tv temui di Hotel Santika Premiere, Kota Semarang, Jumat 19 Juli 2024, Hendri mengaku pernah mengadakan diskusi terkait pemimpin korupsi dan elektabilitasnya.

Ia mengungkap bahwa pernah terjadi di suatu daerah, yang mana pemimpinnya terlibat korupsi, namun tetap menang Pilkada.

“KedaiKOPI pernah melakukan FGD tentang pemimpin yamg berurusan dengan KPK. Ada beberapa daerah, mereka sudah, tersangka atau berurusan dengan KPK, tetapi tetap menang Pilkada,” ungkapnya.

BACA JUGA: KPK Geledah Mbak Ita dan Jajaran Pemkot, Begini Tanggapan DPC PDIP Kota Semarang

Dari diskusi itu, Hendri membeberkan alasan mengapa warga di daerah itu masih mau memilih pemimpin dengan track record tersangka korupsi.

“Hasil jawabannya mengejutkan. Dia (warga/responden) bilang begini, ‘Semua pemimpin kita menjanjikan kita lebih sejahtera. Gimana mereka mau membuat kita sejahtera, kalau mereka saja gak sejahtera?” bebernya.

Kata Hendri, warga atau responden dalam diskusi itu tak terlalu memedulikan cara pemimpin mereka dalam menyejahterakan rakyat.

“Respons mereka, ‘Itu kan urusan dia, tapi kalau mereka sejahtera itu lebih mudah membuat kami sejahtera, ketimbang mereka saja gak sejahtera’,” sambung Hendri.

Baginya, mengembalikan idealisme warga untuk menggunakan hak pilih tanpa melibatkan politik uang sangat susah.

“Karena dengan hadiah yang diimingi-imingi ini dan kesejahteraan ekonomi jangka pendek, rakyat akan kembali terjebak dengan hal-hal bersifat pendek tadi,” paparnya.

Mbak Ita masih berpotensi maju Pilwalkot, Hendri contohkan Irman Gusman

Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman yang pernah tersandung kasus korupsi.

Hendri menyebut, pemungutan suara ulang (PSU) untuk DPD RI terjadi di Sumatera Barat, lantaran MK meloloskan Irman.

“Kemarin ada PSU DPD Sumbar, Irman Gusman kan tadinya narapidana korupsi, lolos lagi tuh. Dia sendiri protes, ‘kenapa saya ga diloloskan kemarin sebagai peserta’,” ungkapnya.

BACA JUGA: Periksa Mbak Ita, KPK Geledah Kantor di Balaikota Semarang, Dugaan Kasus Gratifikasi Proyek Pemkot

Menurutnya, terpilihnya Irman Gusman dan potensi bagi Mbak Ita tetap mendapat simpati rakyat tak lepas dari sifat warga Indonesia.

“Begitu lah rakyat kita, mudah memaafkan, mudah melupakan, suka nostalgia,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp