Disdik: Pendidikan Formal dan Non Formal Harus Beriringan

Gubernur Jateng Keliling Cek Sekolah PTM 100 Persen

Semarang, 4/9 (BeritaJateng.tv) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berharap pendidikan formal dan non formal yang ada di Kota Semarang bisa berjalan beriringan. Terlebih pendidikan non formal menjadi salah satu pendidikan penguatan karakter dari masing-masing peserta didik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan menyampaikan sesuai dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter, menegaskan bahwa pendidikan agama yang sempat dikesampingkan pada tahun 1970 hingga 1980 an ini harus tetap ada didalam kurikulum saat ini.

Pasalnya, melalui pendidikan agama bisa memperkuat karakter yang saat ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda.

“Peran guru TPQ sangat penting, strategis dan tentu menyenangkan khususnya bagi orang yang menyekolahkan anaknya di TPQ karena ada kebanggaan sendiri anak kecil bisa belajar ilmu agama,” kata Ahsan, Sabtu.

Belum lama ini Dinas Pendidikan Kota Semarang menyampaikan informasi melalui forum pertemuan dengan para stakeholder juga termasuk dari perwakilan organisasi keagamaan terkait gejolak yang terjadi di masyarakat khususnya yang pelaksanaan kegiatan dalam sekolah formal.

“Dalam pertemuan itu sudah mendapatkan keputusan bersama yang tentu melegakan semua pihak baik yang tergabung dalam Pendidikan formal maupun non formal. Ada fakta menarik yang disepakati bahwa nantinya ijazah non formal akan menjadi nilai tambah dan diakui untuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan formal yang lebih tinggi,” tuturnya.

Ia mengatakan peran keluarga, guru dan pemerintah untuk mencapai pengetahuan karakter memang membutuhkan waktu yang lama, namun memang hal tersebut tidak bisa dipisahkan.

Ketua Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kota Semarang, Bahrul Fawaid mengatakan, disyukuri atau tidak organisasi harus berkembang dan tumbuh.

“Di Badko LPQ Sendiri sekarang sudah memiliki anggota 1260 kurang lebih Lembaga yang tergabung, untuk mengetahui perkembangan setiap lembaga sekarang akan diketahui melalui akreditasi lembaga,” kata Bahrul.

Bahrul mengatakan dengan terbitnya Perpres tersebut tentunya banyak mengakomodir kepentingan dimana harus dikuatkan Lembaga TPQ khususnya dengan kegiatan-kegiatan yang positif membangun kebersamaan.

“Harapannya, pendidikan formal dan non formal dapat berkolaborasi untuk mewujudkan Pendidikan karakter di kalangan santri mewujudkan islam yang tasamuh, tawasuth, dan tawazun,” tandasnya.  (Ak/Ell)

Leave a Reply