Pendidikan

Disdikbud Jateng Respons Gagalnya Finalisasi PDSS SMKN 2 Solo: Salah Satu Sebab Isi Data di Last Minute

×

Disdikbud Jateng Respons Gagalnya Finalisasi PDSS SMKN 2 Solo: Salah Satu Sebab Isi Data di Last Minute

Sebarkan artikel ini
PDSS Finalisasi | kepala disdikbud jateng uswatun hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah saat dijumpai di HK Resort, Kota Semarang, Jumat, 4 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah akhirnya merespons kelalaian SMKN 2 Solo dalam melakukan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Keteledoran itu berujung pada ratusan siswa eligible SMKN 2 Solo terancam tak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, menjelaskan, tujuan SNBP tak lain ialah untuk memberi kesempatan pada siswa SMA/SMK/MA, baik di dalam dan luar negeri, yang memiliki prestasi unggul untuk masuk PTN Akademik, PTN Vokasi, dan PTKIN tanpa tes.

Adapun kuota calon mahasiswa pada masing-masing perguruan tinggi sebesar 20 persen dari daya tampung secara keseluruhan pada masing-masing Program Studi.

Seleksi SNBP itu, kata Uswatun, mewajibkan satuan pendidikan melakukan pengisian perangkat seleksi yang telah Panitia SNPMB tetapkan. Yakni, melalui PDSS sesuai dengan jumlah kuota pada masing-masing satuan pendidikan.

BACA JUGA: Drama Gagal Finalisasi PDSS Muncul Tiap Tahun, Pengamat: Sekolah Kurang Perhatikan Timeline

Hal itu Uswatun ungkap dalam rilis resminya yang beritajateng.tv terima pada Kamis, 6 Februari 2025 sore.

“Jadwal pengisian PDSS semula adalah 6 Januari sampai 31 Januari 2025. Lalu dapat perpanjangan hingga tanggal 2 Februari 2025 pukul 15.00 WIB. Itu khusus terbatas pada tahapan finalisasi akhir, bukan input data,” ungkap Uswatun.

Pihaknya menyebut, gagalnya satuan pendidikan, termasuk SMKN 2 Surakarta, dalam melakukan finalisasi PDSS penyebabnya bisa tiga hal.

Ketiganya antara lain, jelas Uswatun, ada siswa yang telah sekolah daftarkan sesuai kriteria melakukan pengunduran diri, sehingga sekolah melakukan penggantian siswa untuk pemenuhan kuota.

“Kedua, sekolah melakukan isian PDSS dengan metode impor data siswa dan pelaksanaannya pada tanggal-tanggal akhir, [menyebabkan itu] tidak efektif dan potensi gagal tinggi,” sambung dia.

Penyebab ketiga ialah kurangnya koordinasi secara berkelanjutan dari pihak sekolah dengan cabang dinas serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Keputusan tetap final, tak ada perpanjangan finalisasi PDSS

Kendati begitu, Uswatun mengaku Pemprov Jawa Tengah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, telah melakukan sosialisasi, pendampingan, serta pengawasan secara berkelanjutan terhadap proses SNPB 2025.

Laku tersebut mulai dari memerintahkan seluruh sekolah untuk mengikuti sosialisasi peluncuran program SNPMB yang Panitia Pusat laksanakan pada tanggal 11 Desember 2024 hingga FGD pengisian PPDS.

“Mempertimbangkan bahwa hingga tutupnya sistem aplikasi PDSS, masih terdapat sekolah yang belum berhasil menyelesaikan ketentuan tahapan. Maka pada tanggal 6 Februari 2025, sekolah yang masih gagal melakukan finalisasi akhir input PDSS kami ajukan penyelesaiaan kepada panitia pusat,” ungkap Uswatun.

Terhadap hal itu, kata dia, pihaknya beserta dinas terkait provinsi lainnya telah melakukan konsultasi dan permohonan dispensasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Perantaranya baik melalui surat maupun audiensi dengan Sekretaris SNPMB tahun 2025 dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sayangnya, hasil yang keluar ialah keputusan bahwa penutupan PDSS setelah perpanjangan waktu sifatnya final.

BACA JUGA: Warganet Tuduh Murid Banyak Tak Tahu dan Susah Baca Gegara Kurikulum Merdeka, Ini Kata Pengamat

Minta siswa eligible yang gagal SNPB 2025 tetap ikut seleksi jalur lain, Uswatun janjikan bimbel lewat sekolah

Oleh karena siswa eligible SMKN 2 Solo akhirnya gagal mengikuti SPNB 2025, Uswatun mendorong ratusan siswa tersebut untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi melalui jalur yang lain seperti UTBK-SNBT dan Jalur Mandiri.

“Seleksi itu menyediakan kuota sebesar 80 persen dari daya tampung masing-masing PTN. Pada tahap ini kami instruksikan agar satuan pendidikan, orang tua, dan siswa mencermati tanggal-tanggal penting pelaksanaannya,” tegas Uswatun.

Tak hanya itu, Uswatun pun mengaku pihaknya akan memberikan fasilitas bimbingan belajar bagi para siswa. Khususnya demi tujuan masuk PTN impian.

“Melalui sekolah yang bersangkutan, kami akan fasilitasi bimbingan belajar sebagaimana yang siswa perlukan. Itu sebagai persiapan untuk mengikuti model seleksi penerimaan mahasiswa baru dalam format lainnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp