Jateng

Disnaker Targetkan Angka Pengangguran di Kota Semarang Turun Jadi 4 Persen

×

Disnaker Targetkan Angka Pengangguran di Kota Semarang Turun Jadi 4 Persen

Sebarkan artikel ini
Pengangguran Kota Semarang Turun
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang Sutrisno. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang menargetkan angka pengangguran di Kota Semarang tahun 2024 ini turun jadi 4 persen.

Salah satu upaya mengentaskan angka pengangguran yakni dengan menggelar pelatihan-pelatihan.

Hal ini kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Semarang, Sutrisno melalui sambungan telepon, Rabu 3 Januari 2023.

Menurutnya, pada tahun 2022 total ada 2.022 orang pencari kerja berhasil mendapat pekerjaan di 773 perusahaan.

Selanjutnya, di tahun 2023, terdata dari 2.220 pencari kerja berhasil mendapat pekerjaan di 473 perusahaan.

“Dinas Tenaga Kerja juga mendorong agar masyarakat terus mengasah kompetensi dan pelatihan kerjanya,” kata Sutrisno.

Pihaknya menargetkan angka pengangguran di kota Semarang turun jadi 4 persen. “Kemudian kami juga terus berupaya memberikan kemudahan akses pekerjaan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Senada, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut jika angka pengangguran di Kota Semarang terus mengalami penurunan pada 2023. Mbak Ita sapaan akrabnya mengatakan, di tahun 2023 angka pengangguran turun 1,7 persen.

“Alhamdulillah sudah di bawah 6 persen, jadi 5,9 persen dari sebelumnya 7,6 persen,” ujarnya di Balaikota Semarang, Rabu 3 Januari 2024.

Meski mengalami penurunan, pihaknya terus menggenjot pelatihan-pelatihan kerja untuk masyarakat. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk ketersediaan lapangan kerja.

“Kami ada upaya-upaya dari tenaga kerja kemarin, ditambah untuk balai latihan kerja kemudian bisa kerja sama dengan Apindo atau asosiasi-asosiasi untuk memfasilitasi masyarakat. Kemudian ada pelatihan, ada bantuan alat bisa diturunkan,” paparnya.

Lebih lanjut, Mbak Ita mengatakan jika angka pengangguran ini adalah hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dari survei itu menunjukan jika angka pengangguran yang terdata termasuk warga dari luar Kota Semarang.

“Memang di BPS baru kami tahu di BPS itu survey tidak hanya KTP atau berpenduduk warga Semarang, tetapi namanya penduduk itu di luar dari orang Semarang juga kita hitung,” paparnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah