Jateng

Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar

×

Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati. (Ellya/beritajateng.tv)

“Kami melakukan yustisi rutin setiap bulan. Kami juga menggandeng Satpol untuk sidak lapangan dan melakukan penagihan retribusi yang terutang. Itu cukup efektif untuk menaikkan PAD,” katanya.

Strategi tersebut menjadi penting karena ruang untuk menambah PAD dari rusun tidak bisa hanya mengandalkan penambahan unit baru.

Jumlah rusun yang tersedia terbatas sehingga Perkim harus mengoptimalkan aset yang sudah ada.

BACA JUGA: Rusunawa Kaligawe Mulai Miring, Pemkot Semarang Ajukan Renovasi ke Kementerian PKP 

Karena itu, pemerintah juga menyiapkan perbaikan terhadap unit-unit rusun yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut harapannya membuat unit yang selama ini belum bisa di sewakan kembali menghasilkan pendapatan.

Pipie mengatakan Wali Kota Semarang telah menginstruksikan perbaikan sejumlah unit rusun. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran melalui perubahan anggaran maupun APBD 2027.

“Ibu Wali menginstruksikan kami melakukan perbaikan atau renovasi rusun dan unit-unit yang rusak. Orang yang mau menyewa tentu harus mendapatkan unit dalam kondisi layak,” jelasnya.

Perbaikan unit rusun menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan PAD tanpa harus membangun aset baru. Setelah unit kembali layak huni, pemerintah dapat mengoperasikannya dan menarik retribusi.

Perkim juga tengah menyiapkan penanganan terhadap unit rusun yang terdampak kebakaran. Perbaikan unit tersebut targetnya masuk dalam penganggaran tahun ini, dengan catatan dukungan anggaran tersedia.

“Untuk yang terdampak kebakaran, tahun ini. Semoga ada anggarannya,” kata Pipie.

Pipie menambahkan, Perkumpulan selama ini termasuk perangkat daerah yang relatif konsisten memenuhi target PAD Kota Semarang. Bahkan, capaian penerimaan pada tahun-tahun sebelumnya umumnya berada di atas 93 persen. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp