SEMARANG, beritajateng.tv – Indonesia Emas 2045 layaknya menjadi mimpi indah rakyat Indonesia. Sebab, tahun 2045 nanti bersamaan dengan 1 abad Indonesia merdeka.
Namun, pengamat pendidikan asal Universitas Negeri Semarang (Unnes), Edi Subhkan, menilai pemerintah mesti realistis. Bahwasanya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tak bisa lepas dari kondisi faktual yang ada saat ini.
Salah satunya kemajuan digital teknologi. Tak terkecuali game online yang kini pelajar Indonesia gandrungi.
“Digital teknologi membawa janji-janji positif kalau kita memanfaatkan dengan baik, bisa memegang etika penggunaan, digital literasi, dan time management. Itu bisa menunjang anak didik menjadi pemimpin perubahan untuk 2045 menjadi lebih baik,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 23 April 2024.
BACA JUGA: Tak Main-main, Begini Kisah Gamer Free Fire Amjad Najih yang Tak Lupa Agama, Sampai Hafal Al-Quran!
Namun demikian, game online yang saat ini digemari oleh pelajar menjadi tantangan tersendiri. Apalagi ditambah orang tua, guru, hingga pemerintah yang seolah kesulitan mengontrol popularitas game online.
Menurut survei pada 2020 lalu, lebih dari 19 persen anak dan remaja di Indonesia kecanduan internet, baik media sosial ataupun game online.
Sehingga, kata Edi, bukan tidak mungkin jika game online bisa menjadi salah satu disrupsi dari upaya tercapainya Indonesia Emas 2045.
“Hal-hal yang sifatnya ada di dunia maya yang sangat susah dikontrol punya potensi besar untuk mendisrupsi upaya mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Edi.
Peran pemerintah dalam menjaga asa Indonesia Emas 2045
Bagi Edi, dampak kemajuan digital teknologi bagi perkembangan generasi muda sangat luar biasa. Sehingga, sangat membutuhkan peran pemerintah.
Ia pun mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam Kurikulum Merdeka. Yaitu, sekolah wajib memberikan pelajaran mengenai informatika sejak tingkat SMP.
“Itu diharapkan bisa memberikan wawasan terkait teknologi digital termasuk game-game online apa yang boleh atau tidak bagi seusianya,” ungkapnya.
Selain Kurikulum Merdeka, Edi juga menyambut langkah baik pemerintah dalam merancang Peraturan Presiden (Perpres) tentang perlindungan anak dari game online.
Perpres tersebut merupakan respons pemerintah atas maraknya pelaku kriminal di bawah umur. Akibat game online, banyak anak-anak dan remaja Indonesia yang terlibat dalam berbagai kasus, mulai dari pornografi, kekerasan, hingga perundungan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





