SEMARANG, beritajateng.tv – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali berada di atas level Rp18.000 pada Senin, 6 Juli 2026. Berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI), kurs jual dolar AS mencapai Rp18.049,80 per dolar AS.
Sementara itu, Bank Indonesia menetapkan kurs beli dolar AS di level Rp17.870,20 per dolar AS.
Posisi tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Dalam beberapa pekan terakhir, kurs dolar AS memang bertahan di kisaran Rp18.000, meski belum melampaui pelemahan terdalam yang sempat terjadi pada awal Juni 2026.
Dolar AS Belum Pecahkan Rekor Tertinggi
Meski kurs jual Bank Indonesia hari ini sudah menembus Rp18.000 per dolar AS, angka tersebut belum menjadi level tertinggi sepanjang sejarah. Hal itu jika mengacu pada data resmi BI.
BACA JUGA: Dolar Naik Dratis, Berikut Penyebab Pelemahan Nilai Rupiah dan Dampaknya
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah sempat melemah hingga Rp18.171 per dolar AS pada 8 Juni 2026. Sehari kemudian, kurs referensi JISDOR masih berada di level Rp18.141 per dolar AS.
Setelah itu, rupiah sempat menguat ke kisaran Rp17.700 hingga Rp17.900 per dolar AS sebelum kembali bergerak di sekitar Rp18.000 pada awal Juli 2026.
Perbedaan Kurs Jual BI dan JISDOR
Bank Indonesia menjelaskan bahwa kurs jual BI dan JISDOR merupakan dua indikator yang memiliki fungsi berbeda.
Kurs jual BI sebagai referensi transaksi Bank Indonesia dengan pihak tertentu. Sementara itu, JISDOR merupakan kurs referensi pasar valuta asing antarbank di Indonesia yang mencerminkan kondisi perdagangan di pasar.
Karena menggunakan acuan yang berbeda, angka kurs jual BI tidak bisa langsung dibandingkan dengan JISDOR untuk menentukan rekor tertinggi pelemahan rupiah.





