BLORA, beritajateng.tv – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga suku cadang kendaraan berbahan impor di Kabupaten Blora. Kondisi tersebut membuat penjualan onderdil kendaraan menurun hingga 40 persen.
Kenaikan harga mulai ԁirasakan para pengusaha onderdil kendaraan di Blora dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah komponen kendaraan seperti oli, ban, aki, hingga berbagai sparepart impor lainnya mengalami kenaikan harga hingga 30 persen.
BACA JUGA: Rupiah Tembus Rp17.704 per Dolar AS, Pasar Soroti Potensi Kenaikan Suku Bunga BI
Salah satu pengusaha onderdil kendaraan di Blora, Andika Putra Wijaya, mengatakan kenaikan harga ԁipicu melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS karena sebagian besar barang masih bergantung pada impor.
“Barang-barang impor sekarang naik semua. Oli, aki, ban, dan onderdil lainnya ikut naik karena pengaruh dolar,” ujarnya, Sabtu, 21 Mei 2026.
Menurutnya, kenaikan harga membuat daya beli masyarakat menurun. Banyak konsumen memilih menunda servis atau penggantian suku cadang kendaraan.
Akibatnya, penjualan onderdil di tokonya turun hingga 40 persen ԁibandingkan kondisi normal.
“Penjualan sekarang menurun cukup drastis. Selain harga naik, kondisi ekonomi masyarakat juga sedang lesu,” katanya.
Sementara itu, seorang warga bernama Rosin mengaku keberatan dengan kenaikan harga sparepart kendaraan yang terjadi belakangan ini.
BACA JUGA: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Melemah, Siap-siap Harga HP dan Laptop Naik
“Saya kan pengusaha yang sering keluar, mobilitas tinggi jadi kalau ganti oli itu ya seringlah. Saya keberatan karena saat ini ekonomi lagi lesu. Tadi ԁiberi tahu pemilik toko naiknya oli sampai 20 persen,” tuturnya.
Ia berharap harga suku cadang kembali stabil agar biaya perawatan kendaraan tak semakin memberatkan masyarakat. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





