Dongkrak Pendapatan Retribusi Parkir Tepi Jalan, Dishub Perluas Penerapan Parkir Elektronik

Uji coba parkir elektronik (e-parkir) di Kota Semarang. /Foto: Ellya.

Semarang, 7/7 (BeritaJateng.tv) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang semakin memperluas penerapan parkir elektronik untuk mendongkrak pendapatan dari sektor retribusi parkir tepi jalan.

Kabid Parkir Dishub Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, sejauh ini sudah ada 406 titik parkir di Kota Lunpia yang telah menggunakan sistem elektronik.

Terbaru, pihaknya memberlakukan parkir elektronik di Jalan Hasanudin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Indraprasta, dan titik-titik di sekitarnya mulai pekan ini.

“Target hingga akhir bulan sudah ada 500 titik parkir elektronik. Sehingga, Agustus 2022 tinggal maintenance,” papar Joko, Kamis (7/7/2022).

Rencananya, pihaknya akan memperluas parkir elektronik di wilayah timur Kota Semarang. Yakni mulai dari Jembatan Citarum ke arah Tlogosari meliputi Jalan Tlogosari, Jalan Supriyadi, Jalan Medoho, Jalan Jolotundo, dan Jalan Majapahit.

Penerapan parkir elektronik di wilayah ini akan dilakukan dalam waktu dekat dengan total sekira 40 titik parkir. Jumlah bisa saja bertambah melihat kondisi di lapangan.

“Mulai bulan ini, kami akan tambah di titik-titik tersebut. Rencananya, pelatihan kepada Juru Parkir (jukir) akan dilakukan pekan depan,” bebernya.

Joko menjelaskan, wilayah Tlogosari dan sekitarnya menjadi pertimbangan untuk diterapkan parkir elektronik mengingat potensi parkir cukup besar.

Disamping itu, dia juga mempertimbangkan kekuatan pengawas dari Dishub.nWilayah tersebut dinilai masih cukup dekat dengan posko parkir elektronik yang saat ini sudah didirikan yakni Pos Bubakan, Wahid Hasyim, dan Karangayu.

“Pertimbangannya, wilayah timur tidak hanya masalah potensi, tapi kami melihat kekuatan pengawas juga. Dari Pos Bubakan atau pos yang lain ke sana relarif dekat. Sehingga, metode pengendalian masih batas kekuatan kami,” terangnya.

Dia menyadari, parkir elektronik ini merupakan sistem baru yang diterapkan di Kota Semarang. Dia yakin masih ada hal-hal yang belum berjalan optimal.

Namun demikian, tim pengawas Dishub Kota Semarang akan terus membantu masyarakat selama masa uji coba.

“Kami dari Dishub akan berupaya maksimal untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pakrir tepi jalan umum dibanding tahun-tahun lalu. Kami akan berusaha secara maksimal,” tandasnya.

Dia mencatat, pendapatan retribusi parkir tepi jalan hingga awal Juli ini sudah mencapai Rp 1,2 miliar. Diakuinya, jumlah itu masih jauh dari target sebesar Rp 4,6 miliar.

Pasalnya, parkir elektronik baru mulai berjalan pada Mei 2022. Dia optimistis parkir elektronik ini akan bisa mendongkrak retribusi parkir tepi jalan.

“Retribusi sudah masuk Rp 1,2 miliar. Itu mulai settle akhir Mei 2022 saat penerapan parkir elektronik. Kalau tahun depan mulai 1 Januari 2022, kami yakin akan lebih optimal,” ungkapnya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.