SOLO, beritajateng.tv – Selain sesuai syariat, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan saat menyembelih hewan kurban. Tips menyembelih hewan kurban secara benar agar tidak menimbulkan rasa sakit dan penderitaan juga harus diterapkan.
Dosen Fakultas Kedokteran UNS Surakarta Andri Putranto menyampaikan tips menyembelih hewan kurban. Salah satunya adalah menjaga hewan kurban agar tetap tenang beberapa hari sebelum mereka sembelih.
“Ketika kita beli transitkan setidaknya sehari sampai dua hari sebelum potong. Satu, biar hewan tenang. Ketika panitia membawa hewan kurban ke tempat penyembelihan, begitu sampai juga tidak boleh langsung potong. Karena hewan itu saat berjalan juga detak jantungnya ada. Itu butuh pendinginan,” ungkap Andri mengungkapkan tips menyembelih hewan kurban.
BACA JUGA: Tidak Boleh Asal, Begini Tata Cara dan Doa Menyembelih Hewan Kurban Agar Sempurna
Ia mengungkapkannya dalam dialog Aspirasi Jawa Tengah “Waspada Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha” di Studio TATV Solo, Selasa, 27 Juni 2023.
Tak hanya itu, tempat pemotongan hewan juga mesti ada sekat dan penutup. Tujuannya agar hewan kurban yang akan panitia sembelih tidak menyaksikan secara langsung hewan lainnya yang telah terpotong.
BACA JUGA: Jangan Sampai Salah! Berikut Ini Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Rukunnya
“Karena hewan itu juga punya perasaan. Seganas-ganasnya macan kan tidak mungkin makan anaknya, jadi harus ada tabir agar tidak ketahuan,” ungkapnya.
“Tempat pemotongannya harus baik dan cepat. Kalau bisa memotongnya kurang dari 10 detik. Tiga bagian yang harus kena potong itu tenggorokan, kerongkongan, dan arteri karotis kanan-kiri. Jadi (pisau) harus tajam,” imbuh Andri.
Tips agar daging tahan lama dalam penyimpanan
Usai memotong hewan kurban, darah dari hewan tersebut harus langsung tuntaskan. Andri menyebut, menggantung hewan kurban jadi pilihan tepat untuk membersihkan darah secara cepat dan keseluruhan. Khusus untuk hewan dengan bobot yang berat seperti sapi, saat terbaring pastikan darahnya tuntas sebelum menguliti.
Andri menegaskan tidak boleh mencampur daging apapun, terutama dengan jeroan. Ia juga membeberkan cara memotong daging agar tidak alot.
“Jeroan itu ada dua, jeroan hijau dan merah. Hijau itu yang saluran pencernaan. Yang merah itu jantung, paru, ginjal. Itu tidak boleh jadi satu. Memotong daging juga sama. Serat daging perhatikan. Memotongnya harus melawan serat agar tidak alot,” ucapnya.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa daging tidak boleh dicuci jika tidak langsung diolah menjadi masakan. Tak lupa, Andri membagikan tips menyimpan daging yang benar agar awet hingga 6 bulan ke depan.
“Kalau mau daging tahan lama simpan pada chiller. Caranya dinginkan dulu baru bekukan. Tidak boleh daging langsung masuk freezer. Didinginkan 1×24 jam, sesudah dingin merata baru masuk freezer,” tuturnya.
“Kalau langsung masuk freezer, yang dingin hanya tepinya saja tapi dalamnya masih hangat,” pungkas Andri. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





