Jateng

DPR RI Soroti Banyak Warga Mampu Masih Terima JKN PBI, Diminta Beralih Mandiri

×

DPR RI Soroti Banyak Warga Mampu Masih Terima JKN PBI, Diminta Beralih Mandiri

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sosialisasi terkait pemahaman kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih harus terus didorong hingga lingkup terkecil masyarakat.

Upaya ini guna meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat akan pentingnya akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau.

Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris mengungkapkan, sosialisasi terkait kepesertaan JKN hingga di desa- desa saat ini menjadi sangat penting.

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami secara utuh terkait jaminan kesehatan bagi kelompok warga kurang mampu. Dengan turun langsung ke masyarakat, berbagai persoalan terkait kepesertaan JKN melalui BPJS Kesehatan bisa secara nyata masyarakat ketahui.

Terlebih, beberapa waktu lalu sempat muncul polemik akibat penonaktifan sebagian peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang APBN biayai.

“Maka faktor pemahaman dan kesadaran masyarakat menjadi sangat penting,” jelasnya di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin 11 Mei 2026.

BACA JUGA: Upayakan Peserta BPJS PBI Nonaktif Tercover APBD, Pemkab Semarang Bakal Sinkronisasi Data JKN

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah melakukan perapian data sosial ekonomi pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Langkah tersebut bertujuan agar bantuan pemerintah benar- benar masyarakat yang membutuhkan terima.

Warga yang masuk kategori miskin ekstrem dipastikan tetap mendapatkan subsidi melalui program JKN PBI. Namun apabila hasil pemutakhiran data menunjukkan peningkatan status ekonomi, maka kepesertaan teralihkan menjadi BPJS Kesehatan mandiri.

Haris mencontohkan peserta JKN PBI yang berada pada kelompok desil 6 hingga desil 10 atau kelompok masyarakat yang ternilai lebih mampu secara ekonomi.

“Proses inilah yang harus masyarakat pahami dengan baik,” lanjut legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Ia menambahkan, DPR RI juga terus mendorong masyarakat yang tergolong mampu agar beralih menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri dengan kesadaran sendiri.

Menurutnya, masih ada temuan warga yang tergolong mampu tetapi tetap menerima bantuan iuran pemerintah. Karena itu, perapian data harapannya mampu membuat bantuan lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar- benar membutuhkan.