Ekbis

Drastis, Omset Toko Oleh-olah Haji dan Umroh Meningkat 60 Persen

×

Drastis, Omset Toko Oleh-olah Haji dan Umroh Meningkat 60 Persen

Sebarkan artikel ini
oleh-oleh haji
Karyawan berjaga di Sakura Fashion, toko oleh-oleh haji dan umroh di Kauman, Kota Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Omset toko oleh-oleh haji dan umroh di Kota Semarang meningkat signifikan pada musim haji tahun 2023.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan haji tahun ini cenderung lebih meriah. Hal tersebut akibat adanya penambahan kuota haji Indonesia. Pada tahun 2023, kuota haji Indonesia mencapai 221.000 kuota, jauh lebih banyak daripada kuota haji tahun 2022 sebanyak 100.051. Akibatnya, sejumlah toko oleh-oleh haji dan umroh kebanjiran pembeli.

BACA JUGA: Beli Oleh-oleh Setelah Ibadah Haji? Ini 10 Rekomendasi Tempat Belanja Murah di Mekkah

Saking ramainya, para pedagang mampu meraup omset hingga 60 persen. Hal tersebut menurut Juawiyah, pemilik dari Sakura Fashion, toko oleh-oleh haji dan umroh di Jalan Alun-Alun Barat Selatan Nomor 10, Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

“Alhamdulillah ada peningkatan sekitar 60 persen. Peningkatan terbilang drastis. Soalnya tahun kemarin belum terlalu full kuota jamaah hajinya, tahun ini sudah, sangat berpengaruh sekali,” jelas Juawiyah kepada beritajateng.tv, Jumat 2 Juni 2023.

Menurutnya, kenaikan permintaan oleh-oleh haji dan umroh mulai terasa sejak bulan puasa. Ia pun memprediksi permintaan oleh-oleh akan mencapai puncak saat Idul Adha nanti.

BACA JUGA: Ingin Beli Oleh-oleh Haji Saat Pergi ke Mekkah? Ini 7 Tips yang Mesti Anda Perhatikan

“Untuk permintaan umroh memang sepanjang tahun berjalan lancar. Tapi kalau haji dan umroh memang paling banyak dari mulai bulan puasa sampai sehabis Idul Adha, itu puncaknya,” lanjutnya.

Pelanggannya pun beragam. Tak hanya dari sekitar Semarang, pelanggan Sakura Fashion juga banyak dari luar kota, seperti Kendal, Kudus, dan Purwodadi.

Jamaah pilih beli oleh-oleh haji di Tanah Air

Ia menambahkan, kenaikan omset ini terjadi karena rata-rata jamaah lebih memilih membeli oleh-oleh di tanah air. Baik sebelum maupun sesudah keberangkatan haji.

“Soalnya dari harga terpaut jauh, memang disana lebih murah, cuma nanti ada biaya masuk dan ongkos pesawatnya bisa lebih mahal. Kalau dihitung-hitung lebih murah beli disini,” ungkapnya.