Sebelumnya, Sekretaris Umum PB Porprov Jateng, Budi Santoso, menyampaikan bahwa evaluasi ԁilakukan melalui pertemuan harian dan pembahasan bersama perangkat pertandingan. PB Porprov juga mendorong peningkatan jumlah ambulans, dokter, dan tenaga paramedis sebagai bagian dari penguatan sistem pendukung pertandingan.
BACA JUGA: Patah Tulang Hidung hingga Luka Robek Kepala, 157 Kasus Medis Tercatat Selama Porprov Jateng 2026
Budi menegaskan, keselamatan atlet perlu menjadi bahan introspeksi bersama, termasuk bagi kontingen dan perangkat pertandingan. Evaluasi tidak hanya menyasar cabang selam, tetapi juga SOP cabang olahraga lain yang berpotensi membahayakan atlet.
“Kalau ini menjadi preseden yang terjadi sekarang ini kepada seluruh PB yang SOP-nya kemungkinan ada yang membahayakan itu akan kita adakan nanti rekomendasi kepada para pengurus cabang olahraga di tingkat pusat maupun daerah,” kata Budi.
Di sisi lain, tim Porprov Jawa Tengah menyiapkan sekitar 275 tim yang tersebar di enam wilayah tuan rumah. Setiap tim standar terdiri atas satu dokter, satu perawat, satu pengemudi, dan satu unit ambulans.
Tim kesehatan juga menyiapkan ambulans bergerak sebagai pengganti apabila tim yang berjaga di suatu arena harus meninggalkan lokasi untuk membawa pasien ke rumah sakit. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





