Olahraga

Dua Atlet Meninggal saat Porprov, Dispora Jateng Minta SOP dan Pengamanan Dibenahi

×

Dua Atlet Meninggal saat Porprov, Dispora Jateng Minta SOP dan Pengamanan Dibenahi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dispora Jateng, Aria Chandra Destianto, saat konferensi pers di Coworking Space Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026 petang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII 2026 setelah dua atlet, Syabilla Rizkia Putri Raharja dan Ayudiah Rivana Tridiandinita, meninggal dunia selama penyelenggaraan kompetisi.

Kepala Dispora Jateng, Aria Chandra Destianto, mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada Panitia Besar Porprov (PB Porprov) setelah kejadian tersebut. Evaluasi juga ԁilakukan untuk mencegah insiden serupa terulang dalam penyelenggaraan olahraga berikutnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya dua atlet kita, yaitu Syabilla dan Ayudiah,” kata Aria dalam konferensi pers di Coworking Space Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026 petang.

BACA JUGA: Suami Istri Asal Semarang Sabet Emas Woodball Porprov Jateng 2026, Perjuangan Nurul Berbuah Manis

Ia menjelaskan, pelaksanaan Porprov berada di bawah PB Porprov. Meski demikian, Dispora Jateng mendorong penyelenggara melakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan, terutama pada cabang olahraga yang memiliki risiko tinggi.

Menurut Aria, evaluasi yang ԁilakukan pada Rabu, 28 Oktober 2026 malam melibatkan technical delegate (TD) dan jajaran PB Porprov. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal yang perlu ԁiperbaiki, termasuk SOP pertandingan dan dukungan medis.

“Semalam itu menghadirkan para technical delegate, kemudian teman-teman dari PB Porprov. Sudah ada beberapa poin yang kami sampaikan kepada seluruh TD, termasuk SOP yang harus ԁibenahi,” ujarnya.

Penambahan tenaga medis dan ambulans

Aria mengatakan cabang olahraga dengan risiko tinggi perlu mendapat perhatian khusus. Apabila panitia pertandingan membutuhkan tambahan tenaga medis atau ambulans, PB Porprov ԁiminta segera memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurutnya, penguatan sistem keselamatan menjadi bagian penting dari evaluasi agar penanganan terhadap atlet yang mengalami cedera dapat ԁilakukan secepat mungkin.

“Harapan kami, kejadian ini tidak terulang. Ini tetap menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” katanya.