Hukum & Kriminal

Dua Mantan Anggota Polda Jateng Akui Terlibat Calo Seleksi Bintara Polri, Segini Ragam Nominal Suapnya

×

Dua Mantan Anggota Polda Jateng Akui Terlibat Calo Seleksi Bintara Polri, Segini Ragam Nominal Suapnya

Sebarkan artikel ini
PT Mahesa Jenar | Suap Eks Polda | Polda Bintara | ilustrasi pengadilan | Etawaku | Bintara Polda
Ilustrasi pengadilan. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dua eks anggota Polda Jawa Tengah yang bertugas sebagai panitia seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun 2022 telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Kedua terdakwa, Dwi Erwinta Wicaksono dan Zainal Abidin, mengakui menerima suap selama proses seleksi berlangsung.

Dwi Erwinta Wicaksono mengaku menerima suap dari enam orang tua calon siswa dengan total mencapai Rp2,29 miliar. Besaran uang yang ia terima bervariasi, mulai dari Rp280 juta hingga Rp450 juta per orang.

BACA JUGA: Duduk Perkara Polisi Pemalang Tipu Perekrutan Bintara Polri Rp900 Juta, Segera Jalani Sidang Etik

“Awalnya saya tidak kenal mereka. Mereka ada yang telepon, datang ke rumah, atau ketemuan di rumah makan,” ungkap Dwi di persidangan pada Selasa, 21 Januari 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Dwi memberikan janji bahwa ia dapat membantu meluluskan calon siswa pada seleksi Bintara Polri.

Variasi nominal uang suap

Sementara itu, terdakwa Zainal Abidin menyebutkan bahwa ia menerima uang sebesar Rp350 juta dari orang tua salah satu calon siswa.

“Uang itu untuk membantu ketika si anak tidak lulus [seleksi penerimaan Bintara Polri],” tutur Zainal di hadapan majelis hakim.

Zainal menambahkan bahwa ia meminta calon siswa lebih mempersiapkan diri menghadapi tes psikologi yang memiliki nilai tinggi dalam seleksi.

BACA JUGA: Jadi Calo Bintara Polri, 2 Eks Anggota Polda Jawa Tengah Beroleh Dakwaan Terima Suap Rp2,6 Miliar

Lebih lanjut, ia menegaskan uang tersebut telah ia kembalikan sesuai keputusan dari Bid Propam dan Biro Paminal.

Jaksa penuntut umum, Nurul Ashar, menjelaskan bahwa kedua terdakwa merupakan anggota Biddokkes Polda Jateng yang berperan sebagai panitia seleksi. Mereka terbukti menerima total suap sebesar Rp2,642 miliar dari para calon siswa.

Keduanya berhadapan dengan Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah berubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)