UNGARAN, beritajateng.tv – Dukung penguatan ketahanan pangan, PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Semarang melakukan program penanaman serentak berbagai jenis tanaman pangan pengganti beras.
Secara simbolis, kegiatan ini dilaksanakan oleh segenap fungsional dan kader PDIP di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat, 17 Januari 2025.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha mengungkapkan kegiatan ini merupakan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan dalam rangka HUT ke-52 partai.
Terdapat Penanaman berbagai jenis tanaman pangan pengganti beras kali ini. Yakni pisang, ketela pohon dan berbagai jenis umbi-umbian lainnya, jagung dan bibit tanaman yang lain.
BACA JUGA: Jaga Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan, PDIP Kabupaten Semarang Tebar 52 Ribu Bibit Ikan di Rawapening
Jenis-jenis tanaman pangan pengganti beras ini di sesuaikan dengan jenis lahan yang ada. Khususnya di lingkungan Desa Lerep yang umumnya merupakan lahan pertanian tadah hujan.
Ngesti juga menyapaikan, secara serentak tanaman pangan pengganti beras ini, juga akan di tanam pada lahan sejenis, di wilayah kabupaten Semarang lainnya.
Untuk jagung nantinya akan di tanam total di lahan seluas sekitar 300 hektare. Sedangkan, ketela pohon seluas kurang lebih 30 hektare. Untuk tanaman pisang program kita seluas 10 hektare.
“Untuk hasilnya, nanti bisa masyarakat manfaatkan. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional,” jelasnya, di dampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Bondan Marutohening.
Sebab, lanjut Ngesti, hasil dari berbagai tanaman pangan pengganti beras yang ditanam ini nantinya dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi beragam jenis bahan pangan.
Untuk pisang dapat di olah menjadi tepung, pisang goreng, lapis pisang, pisang krispy dan masih banyak lagi.
Sementara ketela pohon bisa terolah menjadi tepung mocaf dan masih banyak lagi jenis olahan ketela pohon.
“Program penanaman berbagai jenis tanaman pangan pengganti beras ini, akan kami optimalkan pada masa musim penghujan kali ini,” tambah Ngesti.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lerep, Sumaryadi menambahkan, program penanaman berbagai tanaman pengganti beras ini sangat sesuai dengan lahan di desanya sumber pengairannya terbatas.
Sehingga bisa ada pola penanaman tumpang sari di sela tanaman buah-buahan. Sebelumnya kelompok tani yang ada di Desa Lerep ini sudah mengembangkan tumpang sari.
“Bahkan program ini juga memiliki potensi untuk ditanam pada lahan- lahan miring tanpa irigasi di Desa Lerep. Yang saat ini luasnya mencapai 40 hektare lebih,” tegasnya.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-52 dengan Sederhana, PDIP Jateng Potong Tumpeng di Panti Marhaen, Bambang Pacul Ungkap Maknanya
Terlebih, lanjut Sumaryadi, selama ini warganya juga telah mengembangkan berbagai olahan bahan pangan non beras. Seperti ketela pohon, jagung dan lainnya.
Berbagai jenis makanan olahan ketela pohon tersebut dapat dijumpai pada setiap ‘pasar jajanan ndeso’, di kawasan embung Sebligo, Lerep dan menjadi unggulan Desa Wisata Lerep.
“Salah satu yang paling populer adalah krowodan udan angin. Yang merupakan jenis olahan yang dahulu sering di buat pada saat paceklik akibat musim hujan besar dan tanaman banyak yang tidak bisa panen,” jelasnya. (*)
Editor: Farah Nazila




