Gaya Hidup

Dukung Sahabat, Kunto Aji Tampil di Pameran “Simulation” di Semarang Gallery

×

Dukung Sahabat, Kunto Aji Tampil di Pameran “Simulation” di Semarang Gallery

Sebarkan artikel ini
kunto aji di semarang gallery
Kunto Aji (baju merah) saat hadir dalam pembukaan pameran bertajuk “Simulation: Presenting, Removing, Reappear” di Semarang Gallery, Jumat, 21 Juni 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penyanyi Kunto Aji tampil dalam pembukaan pameran di Semarang Gallery, Jumat, 21 Juni 2024 malam. Pameran yang bertajuk “Simulation: Presenting, Removing, Reappear” itu menghadirkan Kunto Aji sebagai sambutan pembuka.

Dalam sambutannya, Kunto Aji mengaku datang untuk memberikan dukungan kepada sahabatnya, Iqi Qoror, yang turut terlibat dalam pameran ini. Sebelumnya, Iqi Qoror memang terlibat dalam beberapa desain album Kunto Aji.

“Saya tidak terlalu jauh dengan dunia seni rupa. Tiga album yang saya kerjakan selalu berkolaborasi dengan seni rupa,” ucap Kunto Aji.

BACA JUGA: AECItrue Bazaar Art Exhibition Semarang, Pamerkan Beragam Karya Seni Rupa Bak ‘Toko Kelontong’

Selain mengisi sambutan pembuka, Kunto Aji turut menghibur pengunjung yang datang dengan beberapa lagu andalannya.

Simulasi: gambaran yang berbeda dari realitas aslinya

Pameran ini melibatkan lima seniman yang berasal dari Yogyakarta. Yakni Agus Putu Suyadna, Iabadiou Piko, Iqi Qoror, M.A Roziq, dan Palito Perak.

Kurator Pameran, Riski Januar mengungkapkan, dalam mengkurasi karya kelima seniman, ia membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Setelah mengamatinya dengan teliti, ia kemudian mendapatkan satu garis merah karya dari kelima seniman.

“Saya dapat satu garis merah tentang simulasi, yaitu dari 3 siklus, tentang menghadirkan, menghilangkan terus memunculkan kembali,” katanya.

Adapun makna simulasi itu, lanjut Riski, merupakan refleksi dari pengalaman para seniman. Sebab, menurut dia, salah satu syarat seniman dalam berkarya adalah pernah mengalami dan juga sudut pandang dalam melihat sesuatu.

Ia mencontohkan salah satu karya dari Iqi Qoror. Yang mana, Iqi menggambarkan daerah tempat tinggalnya, Kabupaten Bantul, namun tidak seperti keadaan yang sebenarnya.

“Bantul sesuai ekspektasi dia, bukan bantul keadaan sebenarnya. Apa yang Mas Iqi ekspektasikan, ia menciptakan realitas baru yang tidak berkaitan dgn realitas aslinya, itu bagi saya simulasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Gabungkan Berbagai Sektor Kreatif, Disbudpar Gelar Pameran Seni Rupa ‘Semarang Bercerita’ di Kota Lama

Tak hanya itu, Riski kemudian menggabungkan makna “simulasi” ke dalam hal yang berhubungan dengan kehidupan saat ini. Yaitu sosial media.

“Sederhananya kita dapat melihat fenomena dalam sosial media di mana segala sesuatunya disimulasikan. Misal di sosmed ngaku di Jogja, padahal lagi di Semarang,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp