Evita menilai, dengan adanya penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur ke Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah perlu menyusun strategi yang lebih agresif untuk meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan.
“Oleh karena ini ke depan ini harus ada strategi-strategi yang Pemprov lakukan. Apalagi memanfaatkan rute internasional yang masuk langsung ke Kota Semarang ini. Harus ada paket-paket khusus yang memang membuat wisatawan itu mengambil paket yang kunjungannya itu ke beberapa tempat,” ujarnya.
Ia menegaskan, perlu mengubah pola kunjungan wisata yang hanya terpusat pada Candi Borobudur.
“Jadi, tidak datang dari Bali terus hanya ke Borobudur terus pulang. Datang dari mana gitu, karena sebelumnya kan enggak ada direct flight. Jadi semuanya tergantung dari international flight yang masuk. Datang dari Jakarta ke Solo terus balik lagi,” katanya.
BACA JUGA: Turis Bali Merosot, Jateng Andalkan Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Tamu Domestik hingga Timur Tengah
Menurut Evita, dinas-dinas terkait di lingkungan Pemprov Jawa Tengah harus merancang strategi komprehensif untuk memperluas destinasi unggulan.
“Nah, ini harus dinas-dinas daripada Pemprov ini harus membuat strategi bagaimana meningkatkan jumlah wisatawan ke Jawa Tengah dan memperpanjang lama tinggal mereka di Jawa Tengah. Oleh karena itu nanti tentunya pariwisata akan lebih maju,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung potensi destinasi lain seperti Karimunjawa yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan asing.
“Kita ada Karimunjawa, itu luar biasa loh. Wisatawan asing ke sana itu kan minatnya sangat-sangat luar biasa. Mungkin kita bisa bidik yang lain-lain jadi tidak hanya Candi Borobudur,” ujarnya.
Evita menambahkan, karakter wisatawan mancanegara beragam, termasuk segmen petualangan atau adventure tourism, yang menurutnya bisa menjadi peluang bagi Jawa Tengah.
“Wisatawan ini ada yang adventure. Jadi nah ini kita harus mampu untuk membidik mana nih destinasi-destinasi wisata tadi Jawa Tengah dan bisa kita dorong, kita promosikan secara global,” pungkasnya.





