HeadlineHukum & KriminalNews Update

Empat Residivis Bobol Rumah di Gajahmungkur Semarang

×

Empat Residivis Bobol Rumah di Gajahmungkur Semarang

Sebarkan artikel ini
Polrestabes Semarang menggelar preskon menghadirkan empat residivis pencurian di Gajahmungkur Semarang, Jumat (3/2/2023). (Steve Arie - beritajateng.tv)

SEMARANG, 4/2 (beritajateng.tv) – Empat mantan napi (residivis) kembali lakukan aksi kriminal. Kali ini residivis membobol rumah di Jalan Bukit Unggul, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Akibatnya, pemilik rumah mengalami kerugian Rp 110 Juta.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan keempat pencuri itu yakni TA, A, HP dan M. Mereka beraksi di Rumah Jalan Bukit Unggul Raya Sampangan Kota Semarang.

“Di rumah mewah di Jalan Bukit Unggul Raya, kebetulan ada tiga asisten rumah tangga (ART). Di situ mereka dengan modus berpura pura mengaku sebagai keluarga pemilik yang akan mengecek kerusakan tendon air,” kata AKBP Donny, saat jumpa pers, di Markas Polrestabes Semarang, Jumat (3/2/2023).

Saat tersangka berpura-pura memperbaiki tandon, kemudian para ART tersebut satu per satu dipanggil ke lantai atas. Para pelaku memasukkan ART ke dalam ruangan dan dikunci.

“Setelah berhasil mengurung ketiga ART, para pelaku dengan leluasa menggasak barang barang pemilik rumah. Di lokasi ini pemilik rumah mengalami kerugian 110 juta rupiah,” jelasnya.

Keempat pelaku kata dia, memiliki peran masing-masing. Ada yang mengalihkan perhatian ART, ada yang eksekusi ambil barang, ada yang berperan menjual barang curian dan ada yang berperan mengawasi situasi.

Dari penyidikan, keempat pelaku merupakan residivis pelaku pencurian dengan pemberatan yang pernah mendekam di penjara di sejumlah daerah.

Selain itu, para tersangka, juga beraksi di dua rumah lainnya di wilayah Kota Semarang yakni di jalan Delta Mas Kuningan Semarang Utara Kota Semarang dan Jalan Rajabasa Kavling 40, Gajahmungkur Kota Semarang.

Dari tangan keempat pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya sisa perhiasan emas hasil curian, peralatan yang digunakan dalam beraksi, dan sebuah senjata jenis softgun.

“Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya.

Seorang tersangka, A mengaku, aksinya tersebut sebelumnya direncanakan bersama tiga pelaku lainnya melalui komunikasi.